Sabtu, Desember 25, 2010

Belajar Mencintai


Keinginan mencapai kesempurnaan adalah dambaan semua orang. Keinginan untuk sempurna menjadikan manusia menempuh berbagai macam cara. Banyak yang berhasil, namun tidak sedikit yang justru menjauh dari kesempurnaan.
Kesempurnaan hakikatnya tidak akan pernah ada sebelum kita belajar mencintai sesuatu yang tidak sempurna. Kata kuncinya adalah CINTA dan KETIDAKSEMPURNAAN. Ketika kita lahir, kita sebagai makhluk yang tidak berdaya, lantas menjadi sempurna seperti sekarang (sehat dan kuat). Kenapa? semuanya dengan cinta dan kasih sayang. Bayangkan jika orang tua kita tidak diberi cinta, kita sudah dicekik karena hanya memberikan rasa sakit dan kerepotan saja.
Cinta akan memberi kekuatan kepada seseorang untuk mengejar apa yang ia harapkan. Pernahkan kita dengar kata-kata “tingginya gunung akan aku daki, dalamnya lautan akan aku seberangi” Padahal belum tentu dia bisa berenang. Cinta yang membuat seseorang yang lemah menjadi kuat, malas menjadi rajin, pecundang jadi pemberani, bahkan siap mengorbankan nyawa. Cinta adalah kekuatan yang luar biasa.
Cinta membuat sesuatu yang tidak sempurna menjadi nampak sempurna. Dimata seorang kekasih, wanita pujaannya adalah yang tercantik. Dimata orang tua, anaknya adalah yang terhebat. Walaupun wanita itu tidak cantik dan anaknya tidak hebat, tapi karena cinta, semuanya jadi nampak sempurna.


Lantas apa hubungannya dengan kesuksesan bisnis online? Ketika kita ingin berbisnis online, pertanyaannya, apakah bisnis online yang kita jalankan sempurna bagi kita? Pasti tidak, karena kita belum mendapatkan apapun. Alhasil bisnis online itu bagi diri kita sendiri masih bayi alias belum sempurna.
Begitu pula dibisnis konvensional, ketika kita ingin mendirikan usaha penerbitan sendiri misalnya untuk buku-buku karya kita, apakah penerbitan itu sempurna bagi kita? Tentu tidak. Dan masih banyak contoh lainnya.
Bagaimana agar bisnis itu sempurna bagi kita, bukan hanya memberikan banyak pengalaman tapi membikin kantong kita tebal? Tidak ada jalan lain kecuali kita harus MENCINTAI ketidaksempurnaan bisnis itu agar kelak sempurna. Caranya, rawat baik-baik, pelajari sungguh-sungguh, jalankan sepenuh hati, pantang menyerah, dan berdoa. Dan sempurnalah bisnis itu.
Tanpa cinta, bisnis apapun hanya jadi bagian dari masalah kita atau pelengkap penderitaan saja. Bisnis itu berat kawan. Mustahil akan besar tanpa cinta. Apakah kita akan membunuh bisnis itu dari semenjak bayi atau merawatnya hingga membesar, itu bergantung seberapa kadar cinta kita.
Perlu ditanamkan bahwa menumbuhkan cinta pada pekerjaan atau bisnis tidak mudah. Karenanya kita harus BELAJAR. Ya belajar mencintai. Belajar mencintai sesuatu yang tidak sempurna dengan cara sempurna agar sesuatu yang dicintai dan kita yang mencintai kelak akan menemukan kesempurnaan alias kesuksesan.
Sumber : http://www.tohanasrudin.com

Read More......

Tahapan Membangun Bisnis Pemasaran yang Sukses


Apakah memasarkan produk lewat internet itu sulit? Sebagian dari kita (termasuk saya) atau terutama yang baru belajar internet mungkin akan bilang kalau melakukan pemasaran itu tidak mudah. Wah…, susah mas, saya sudah mencoba untuk jualan lewat internet, namun belum tembus juga. Bagaimana cara-caranya…? Silahkan ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Tentukan tujuan. Apa tujuan pemasaran internet kita? Sebagian besar mungkin akan menjawab untuk jualan dan menghasilkan uang. Tapi maksud saya adalah apakah tujuannya untuk meningkatkan penjualan semata atau ada tujuan lain yang ingin kita capai seperti dengan meningkatkan awareness terhadap produk anda? Atau mungkin kita juga lebih bertujuan untuk mengedukasi pasar? Atau itu sebagai bagian dari bentuk support kita terhadap konsumen?
Tetapkan terlebih dahulu tujuan yang ingin kita capai dengan melakukan pemasaran lewat internet.
2. Pahami pasar di internet. Amati bagaimana situasi pasar yang sedang kita bidik. Lihat, dengarkan, dan catat apa yang terjadi di sana.


3. Strategi. Tujuan sudah punya, dan kita sudah mencoba melakukan riset pasar, berikutnya kita perlu punya strategi bisnis internet untuk melakukan pemasaran lewat internet. Siapkan beberapa strategi yang diharapkan mampu mewujudkan tujuan kita itu.
4. ACTION-kan. Selanjutnya terapkan strategi-strategi yang telah kita siapkan. Apakah kita akan menggunakan tool seperti blog, atau lewat microblogging macam Twitter atau mungkin social network terpopuler Facebook, jalankan satu persatu.
5. Evaluasi. Sambil kita menjalankan strategi pemasaran internet tersebut lakukan evaluasi hasil dari tool yang sudah kita jalankan. Apakah berhasil seperti reseller bisnis yang mampu membuat keywordnya menduduki posisi nomor satu di Google misalnya. Atau jika belum, apa persoalan yang muncul? Kenapa hal tersebut terjadi dan yang terpenting bagaimana solusinya?
Contohnya dari pemasaran internet lewat blog misalnya, muncul persoalan bahwa belum mampu menembus target market seperti yang diinginkan. Penyebabnya karena traffic yang dihasilkan tidak tertarget. Lalu bagaimana solusinya? Traffic tidak tertarget salah satunya bisa disebabkan karena ‘salah jalur’. Sehingga pesan yang ingin kita sampaikan tidak sampai ke market yang sesuai.
Salam sukses selalu….
Sumber: http://www.jokosusilo.com

Read More......

Jumat, Desember 24, 2010

BISNIS ONLINE, MENGGAPAI MIMPI, MENGEJAR HARAPAN


Bisnis online…? Sebuah kata yang sempat membius dan menghadirkan mimpi-mimpi indah bagi setiap pemula kayak aku contohnya. Impian dapat uang melimpah dalam sekejap. Ikut satu kali seminar besoknya langsung dapet dolar, beli robot indicator forex dalam sebulan jadi jutawan, buat web gratisan langsung dapet kiriman check, ikut program afiliasi semacam amazon, clickbank, adsense, besoknya uang langsung mengalir ke rekening bank. Namun dalam kenyataannya, semua itu hanya mimpi-mimpi indah penghias tidur. Tidak semudah itu, dan tidak segampang itu. Bisnis online layaknya bisnis offline juga yang sangat membutuhkan penanganan yang amat serius. Sekali saja kita menyerah, maka hanya kegagalan dan kekecewaan yang akan kita jumpai. Mimpi-mimpi indah dan harapan untuk jadi jutawan online ibarat angin lalu yang hanya menghadirkan impian tanpa ada hasil. Yang ada hanyalah buang-buang waktu, tenaga, pikiran dan uang tentunya. Karena yang namanya bisnis, apapun namanya, entah bisnis jadi pedagang asongan, bisnis waralaba, bisnis jadi affiliate, jualan produk, dan lainnya pastilah butuh uang sebagai modal, walaupun besar kecilnya relative tergantung pada bisnis yang kita tekuni. Tapi…ada tetapinya..?


Bisnis online juga akan menghadirkan dolar yang lumayan gede, kalau kita paham benar seluk-beluk bisnis online. Disinilah kita membutuhkan petunjuk dan arahan dari guru yang mumpuni di bidang bisnis online, kita butuh semangat pantang menyerah kayak semangatnya seorang bayi yang belajar berjalan, jatuh bangun tak kenal lelah, dan kita juga butuh dukungan dana tentunya. Intinya kita butuh manajemen yang tepat agar bisnis online kita kelak bias sukses dan berhasil. Mengutip kata-kata Ibu Guru Anne Ahira (walaupun saya belum jadi muridnya langsung, tapi saya lagi belajar pada beliau), “Bisnis online tidak semudah membalikan telapak tangan, tetepi tidak sesulit membuat roket”.
Pertanyaan yang sering muncul dalam benak saya (mungkin juga dalam benak para rekan pemula juga) adalah, gemana sich cara mengelola (memanajemen) bisnis online yang baik agar bisa berhasil…? Awalnya saya bingung juga menjawab pertanyaan diri saya sendiri. Apa ya resepnya? Setelah browsing sana-sini, cari artikel “ngalor-ngidul”, menelaah dan mempelajari beberapa e-book gratisan (maklum, dana lagi mepet), sampailah pada satu kesimpulan bahwa dalam bisnis online memerlukan hal-hal dasar yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Istilah saya, saling sambung menyambung dan saling berkorelasi. Apa saja hal tersebut..?
1. Target. Inilah ‘barang’ langka yang sering terlupakan. Padahal tanpa target, tanpa rencana, tanpa visi, atau cita-cita, kita akan tersesat dalam lebatnya hutan belantara bisnis online yang sangat luas, dan tentunya hanya buang-buang waktu, tenaga, pikiran dan uang. Tulis dengan jelas atau buat buku agenda bisnis online tentang target harian, bulanan, atau yang lainnya.
2. Focus. Internet menawarkan banyak peluang. Adakalanya peluang-peluang itu dipromosikan secara bombastis. Kenyataanya, belum tentu semua bisnis yang ada bisa kita jalankan. Sangat direkomendasikan untuk memilih bisnis yang menurut kita layak dijalankan dan sesuai dengan hobi kita, kemudian focuslah di sana hingga sukses. Setelah itu baru merambah ke bisnis yang lain. Jangan pernah menjajal semua bisnis karena ruang dan waktu kita sangat terbatas.
3. Ulet. Seorang bisnismen mutlak harus memiliki jiwa ulet, tekun dan pantang menyerah. Bisnis online seperti menanam padi. Tidak mungkin hari ini menanam, besoknya langsung panen. Keuletan menjadi masalah yang sangat serius bagi kebanyakan pemula (kayak saya) yang baru saja membuka bisnis online kemudian menutupnya kembali saat itu juga karena nggak sesuai dengan impian di awal. Melakoni bisnis online tidak beda dengan bisnis konvensional atau non online. Kita harus menjadi pejuang tangguh, dalam meraih kesuksesan dan kebebasan financial.

Okey, saya yakin kalau ketiga hal tersebut bisa kita terapkan dan jalankan dengan disiplin yang tinggi, keberhasilan dalam bisnis online akan kita dapatkan, yang tentunya butuh waktu. Ibarat pepatah, pangalaman adalah guru yang terbaik. Selamat berbisnis online, semoga kesehatan, keselamatan dan kesuksesan akan senantiasa mengiringi perjalanan kehidupan kita.
Salam sukses….

Read More......

Selasa, Juli 28, 2009

7 Langkah Mengusir Virus 'Mbah Surip'

Virus VBS/Cryf.A. atau yang lebih terkenal dengan sebutan virus 'Mbah Surip' memang cukup merepotkan. Mulai dari disusupi album porno, CD/DVD Rom komputer korban juga dibuat selalu terbuka.

Bagaimana cara untuk mengusir virus yang populer dengan lagu 'Tak Gendong' itu? Berikut 7 kiat singkatnya yang diramu vaksincom:

1. Matikan proses virus yang sedang aktif di memori. Untuk mematikan proses virus ini silahkan gunakan tools pengganti task manager seperti Currproses, kemudian matikan proses yang mempunyai product name 'Microsoft (r) Windows Script Hosta' dengan cara:
• Pilih [blok] proses yang mempunyai product name 'Microsoft (r) Windows Script Hosta'
• Klik kanan pada proses yang sudah di blok
• Pilih [Kill Selected Processes]
2. Blok agar file virus tidak dapat dijalankan untuk sementara selama proses pembersihan dengan menggunakan fitur 'Software Restriction Policiesa', fitur ini hanya ada di Windows XP/2003/Vista/2008. Untuk blok file tesebut lakukan langkah berikut:


• Klik menu [Start]
• Klik [Run]
• Pada dialog box [Run], ketik SECPOL.MSC kemudian klik tombol [OK]
• Pada layar [Local Security Policy], klik [Software restriction policies]
• Klik kanan pada [software restriction policies] dan pilih [Create new policies]
• Kemudian klik kanan di [Additional Rule], dan pilih [New Hash Rule].
• Di Kolom [File Hash], klik tombol [Browse] dan pilih file yang akan diblok. Pada kolom [File information] akan terisi informasi dari file tersebut secara otomatis.
• Pada Security Level pilih [Disallowed]
• Pada kolom 'descriptiona' isi deskripsi dari nama file tersebut (bebas),
3. Fix Registry dengan menjalankan file [FixRegistry.exe], silahkan download di alamat berikut http://www.4shared.com/file/117095567/3ea8e8ce/_4__FixRegistry.html

4. Hapus file induk virus yang telah dibuat. File induk virus ini akan disembunyikan. Jika file induk tersebut tidak dapat ditampilkan silahkan gunakan tools penggganti Windows Explorer seperti 'Explorer XP'. Silahkan download di alamat berikut:
http://www.explorerxp.com/explorerxpsetup.exe

Setelah software tersebut di install, cari dan hapus file berikut: svchost.vbs, desktop.ini, drvconfg.drv. SHELL32.dll, %Drive%:\Album BOKEP\Naughty America dan C:\windows.

5. Tampilkan file [TaskMgr.exe/Regedt32.exe/Regedit.exe/CMD.exe/Logoff.exe] yang disembunyikan oleh virus, caranya:
• Start]
• Klik [Run]
• Ketik CMD kemudian klik tombol [OK]
• Pada layar 'Dos Prompt' pindahkan posisi kursor ke drive yang akan di periksa
• Ketik perintah ATTRIB regedit.exe kemudian klik tombol
• Kemudian ketik perintah saya yang membedakan hanya nama file yang akan ditampilkan yakni Taskmgr.exe, cmd.exe dan Logoff.exe
6. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang silahkan install dan scan dengan antivirus yang up-to-date.

7. Jika komputer sudah benar-benar bersih dari virus, hapus rule blok file [WSCript.exe] yang telah dibuat pada langkah nomor 2, caranya:
• Klik menu [Start]
• Klik [Run]
• Pada dialog box [Run], ketik SECPOL.MSC kemudian klik tombol [OK]
• Pada layar [Local Security Policy], klik 2x [Software restriction policies]
• Klik [Additional Rule]
• Hapus Rule yang pernah Anda buat sebelumnya
Sumber : http://www.detikinet.com

Read More......

Selasa, Juli 14, 2009

Pemberangkatan KKN STAIN Purwokerto

Pada hari ini Senin, 13 Juli 2009 STAIN Purwokerto yang merupakan satu-satunya perguruan tinggi Islam Negeri di kawasan Purwokerto dalam rangka mewujudkan tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, memberangkatkan mahasiswanya yang telah memenuhi syarat untuk diterjunkan ke tengah masyarakat langsung untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang selama ini mereka geluti di bangku kuliah sekaligus menimba ilmu secara langsung dari masyarakat. Bagaimana cara kehidupan masyarakat yang sebenarnya terutama di daerah-daerah yang notabene masih tertinggal. Program KKN yang rutin dilaksanakan setiap akhir semester ini memang merupakan salah satu program wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa dengan bobot maksimum 4 sks dimana pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Pada KKN kali ini daerah yang menjadi target adalah meliputi Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga.


Read More......

Kamis, Juni 11, 2009

Kisah Seorang TKW Oleh Kholid Mawardi

“mbok aku sudah tak kuat lagi hidup begini, aku tak tahan lagi mbok!” itu yang selalu di ucapkan Sari beberapa hari ini. Ada perubahan aneh dalam diri Sari setelah kelulusannya dari Madrasah Ibtidaiyah di kampungnya. Sari banyak termenung, menyendiri dan sering menangis, bahkan dalam tidurnya pun Sari tetap berkata dengan lantang dia tidak tahan lagi untuk hidup dalam kemelaratan dan kehinaan.
Sari merupakan gadis cantik dan pintar di madrasahnya, sebab kemelaratannyalah dia menjadi pecundang, menjadi gadis selalu terhina, justru karena cantik dan pintarnya. Kecantikan dan kepintaran yang terbungkus kemelaratan menyebabkan nestapa yang tiada berperi bagi gadis sekecil dia. “ walah ayu-ayu kok kere” begitu teman-teman lelaki di madrasahnya menyindir. Memang benar apalah arti cantik bila tubuh terbungkus baju putih yang telah kekuningan dan berbintik hitam, rok panjang yang harusnya merah justru telah menjadi coklat, jilbab yang selalu kedodoran dan berbau, bau khas mboknya sehabis mengasapi ikan laut. Apa yang bisa aku banggakan dalam hidupku, mbokku, bapakku, adik-adikku, rumahku, semua tak terlihat bagi orang lain atau mungkin mereka menganggap kami adalah kumpulan sampah yang merusak sedapnya pemandangan, pikir Sari.
Perih dan nestapa yang sangat, Sari rasakan pada suatu kali pak Irsyad guru fiqhnya bertanya, apakah dia ingin ziarah ke baitullah, pergi haji. Dengan berapi-api Sari mengatakan ingin naik haji, mencium hajar aswat, mendoakan orangtuanya agar diberi umur panjang dan dapat duit yang banyak untuk membayar sekolahnya dan beli baju seragam yang baru. Jawaban itulah sumber kehinaan baginya.

Teman sekelasnya menghinanya, “apa salahku, apa aku tidak boleh untuk pengin, pengin thok pergi ke Arab”, ujar Sari dalam tangisnya. Kata-kata terakhirnya itu semakin menenggelamkan Sari dalam kehinaan, hatinya semakin meradang. “cium wae bokong mbokmu yang item itu, anggepen hajar aswat yo!” kata salah satu temannya. “iyo Sari mau ke Arab numpak Buroq, Buroqke bapaknya yang tidak ada rem dan slebornya”,timpal temannya yang lain. Sari sangat paham yang dimaksudkan Buroq oleh teman-temannya adalah sepeda onthel yang selalu menemani bapaknya ketika pergi pesisir pantai Banyuwangi untuk menjadi kuli panggul, sepeda yang penuh karat seperti seirama dengan kehinaan bapaknya dan keluarganya. “ sari kamu itu mending angon adikmu yang umbelen itu biar tidak njaluk-njaluk sego tanggane”, ejek teman-teman perempuannya. Dalam ketiadaan, memang kadang-kadang dua adiknya yang masih kecil, satu perempuan dan satu laki-laki sering minta maem ke tetangga. Omongan teman-temannya betul-betul menggoreskan luka yang dalam hati gadis kecil itu, “ mengapa mung pengin, pengin thok kok gak oleh”, batin Sari. “Sari, pergi haji ke Arab tidaklah harus kaya dulu, banyak orang yang kerja di Arab seperti TKI itu malah tiap tahun dapat haji, yakinlah kalau kepenginanmu kuat Allah akan memanggilmu kesana”, kata pak Irsyad. “ ya Allah kasihilah pak Irsyad, panjangkan umurnya, limpahkan rizki yang banyak untuknya” do’a-do’a Sari berkumandang, karena hanya pak Irsyadlah yang menyayanginya sebagaimana kedua orangtuanya.
“mbok aku pamit”, kata Sari. “mau pergi kemana kamu nduk?”, tanya mboknya dengan sedih, “ gak ruh mbok pokok kerjo golek duwik”, jawab Sari. “ apa kamu malu punya bapak dan mbok yang kere nduk? Urip itu harusnya nrimo ing pandum nduk” ujar mboknya dengan nada rendah. Perkataan mboknya ini membuat Sari meledak, “bukan aku malu mbok, bukan aku gak nrimo pandum. Aku mung pengin merubah nasibku mbok, ben bapak karo simbok gak dadi kuli terus-terusan”. Kata-kata Sari telah menampar hati pasangan yang terlihat renta jauh dari umur yang sebenarnya itu. Sari melihat bahwa kata-katanya berakibat luar biasa, bapaknya yang selama ini paling gagah sedunia tidak pernah mengeluh, tidak pernah menangis dalam kondisi apapun, kali ini terlihat mengalir air matanya meski tanpa suara, menyesal juga Sari mengatakan hal itu karena telah menyakiti hati orang yang mengasihinya. “ kon wis manteb tenan arep kerjo nduk?” tanya bapaknya, Sari hanya bisa mengangguk tanpa berani memandang wajah bapaknya, “ yo wis nek ngono tak golek srono”, lanjut bapaknya.
Dua hari setelahnya dengan membawa syarat-syarat administratif dan uang dua juta, Sari diantar bapaknya ke sebuah PJTKI di Surabaya untuk diberangkatkan sebagai TKW ke Arab Saudi sebuah negara yang selalu terngiang dikepala Sari. Keberangkatan Sari tidaklah diiringi hujan air mata oleh keluarganya hanya do’a-do’a yang menghantar Sari, gadis yang baru berumur 13 tahun, gadis yang bahkan belum pernah tahu kota Banyuwangi itu rela demi keluarga untuk terbang ke negeri yang jauh dari pesisir timur Banyuwangi, negara gurun Saudi Arabia.
******
Tiga bulan sudah Sari di Arab Saudi, nada bangga dalam surat-surat yang dikirimkan ke orangtuanya di Banyuwangi, dia telah bekerja pada seorang Arab keturunan Maroko yang sangat ganteng dan cantik, majikannya orang-orang baik selalu memuji hasil kerjanya. Beberapa kali dia diajak majikan perempuannya untuk belanja di toko-toko besar yang sama sekali tidak ada dikampungnya, naik mobil besar yang enak sekali tapi sangat dingin, sopirnya bapak-bapak katanya rumahnya dekat Indonesia, Bangladesh. Dengan sombong di suratnya Sari menyebutkan bahwa dirumah majikannya semua ngomong dengan bahasa Arab bahkan anak majikannya yang baru berusia tiga tahun juga ngomongnya dengan bahasa Arab. Sari dalam suratnya semakin narsis, dia juga selalu ngomong dengan bahasa Arab, sudah lanyah banget seperti pak Tugino guru madrasahnya.
Bukan cerita Sari yang meledak-ledak itu, yang membuat orang tuanya terharu tapi baris-baris terakhir surat Sari lah yang membuat mereka trenyuh…bapak-simbok anakmu disini apik-apik wae, aku krasan disini, dongake biar aku disini selalu baik, nanti nek wis bayaran tak kirim duwik ben adik-adikku bisa sekolah tinggi banget, ben omah bisa didandani, ben bapak-simbok tidak rekoso lagi… mbok aku pengin disisiri, dipetani dicari tumane, wis yo bapak-simbok dongake aku…
Surat yang dikirim Sari telah menjadi magnet tersendiri dikampungnya, surat itu diantar langsung oleh pak lurah ke orang tuanya, orang kampung geger, pak lurah mampir bahkan mertamu digubuk orang tua Sari. Penasaran, warga kampung berduyun-duyun kerumah orang tua Sari pengin tahu apa yang terjadi hingga pak lurah orang yang sangat terhormat mau mertamu kerumah reot itu. Bagai seorang orator demo simbok Sari dengan penuh semangat mengabarkan kepada orang kampung tentang kehebatan Sari seperti dalam surat yang dikirim. Orang kampung tersihir, Sari yang dua bulan kemarin bukan apa-apa sekarang seperti selebritis dikampungnya. “memang kalau gadis rajin ya nasibnya baik”, ujar orang kampung, “kapan balik tak pek mantu bocah iku”, kata yang lain. Sari memang fenomenal sehingga setiap bulan orang kampung selalu ingin mengetahui kabar Sari dari surat-surat yang dikirimnya, berapa duwit yang dikirim dan seperti apa foto-foto yang dikirim Sari ke orang tuanya.
Dalam foto-foto yang dikirim Sari semakin terlihat cantik, namun bukan itu yang bikin orang kampung geger lagi, foto Sari dan dua majikannya yang berlatar belakang baitullah itulah yang bikin geger, “apakah Sari sudah haji di Mekah?”, tanya orang kampung. Memang Sari telah menunaikan ibadah haji atas kebaikan majikan mereka, Sari diajak dua majikannya bersama pembantu-pembantu lain beserta sopir untuk menunaikan ibadah haji. Dalam suratnya Sari menceritakan, saat menunaikan ibadah haji dia selalu menangis, menangis bahagia dan haru karena impiannya sejak madrasah ibtidaiyah terlaksana. Sari hanya ingat suara majikannya,” bi syur’ah! Bisyur’ah!” saat majikannya itu berusaha melindunginya dari banyak orang saat akan mencium Hajar aswat, “ya Allah telah Kau kabulkan do’a-do’aku selama ini”, jerit Sari. Dia selalu teringat orang tua dan dua adiknya, dan yang tak mungkin dilupakannya adalah pak Irsyad, yang seolah telah meramalkannya untuk dapat menunaikan ibadah haji. Mereka itulah yang selalu dalam lantunan do’a-do’a Sari di Baitullah.
Sari menjadi idola apalagi setelah haji, dan Gunawan seorang pemuda ganteng kakak kelas Sari dulu di madrasah yang juga tidak pernah ketinggalan untuk berkunjung kerumah orang tua Sari untuk mengetahui kabar Sari. Orang tua Sari sangat paham bahwa Gunawan tertarik kepada Sari terlihat bagaimana cara dia melihat-lihat foto Sari, bahkan pernah nembung untuk minta foto Sari yang berlatar Baitullah sebagai do’a agar dia bisa menyusul Sari untuk dapat berhaji. Orang tua mana yang tidak mengetahui bahwa Gunawan, pemuda itu lagi gandrung, tanpa basa basi foto itu telah beralih tangan ke Gunawan. Kecintaan Gunawan terhadap Sari semakin terlihat saat selalu memberikan pesan-pesan dalam surat yang ditulis Warti untuk kakaknya Sari di Arab. Rupanya cinta Gunawan tidak bertepuk sebelah tangan, melalui surat-suratnya Sari mengisyaratkan untuk menerima cinta Gunawan, mereka berpacaran meski tidak pernah bertemu, bahkan mereka tidak pernah saling berkirim surat secara langsung, hanya saling menitip kerinduan lewat surat yang ditulis Warti kepada Sari dan sebaliknya.
“Sari mau pulang dari Arab”, kata Warti kepada Gunawan, ” pean ikut ya ke bandara Surabaya”, lanjut Warti. Asa Gunawan melambung seolah-olah dia mau menjemput pengantin perempuan segera ijab dan merenda hari yang indah. Begitupun Sari ingin segera bertemu dengan keluarga dan tentunya Gunawan, dia tidak peduli sudah dipalak oleh oknum-oknum bandara sejumlah dua juta untuk segera bisa keluar dari area bandara dan bertemu orang-orang yang dicintainya.
Dirumahnya yang telah diperbaiki, Sari banyak menerima tamu layaknya seorang yang baru pulang haji, jajanan kue-kue, kurma, kismis dan makanan khas Arab lainnya terhampar dimeja panjang. Banyak yang meminta Sari untuk bercerita tentang bagaimana dia dapat melaksanakan haji, prosesi haji di Makah diberi kemudahan tidak, hal gaib apa yang ditemui. Dari semua tamu yang ada Gunawanlah orang yang paling tak terurus, Sari sedang lupa, Sari baru mabok popularitas. Hal ini tak mengecewakan Gunawan karena memang Sari sedang menjadi pusat perhatian orang, Gunawan memilih untuk membantu keluarga Sari mempersiapkan jamuan untuk para tamu, mengantar teh, menarik piring kosong, seolah sudah menjadi bagian keluarga Sari. “kapan mau nikahan mereka?” bisik para tamu, “ pasangan yang cocok, mereka sungguh beruntung, Sari cantik pandai cari duwik sedang Gunawan ganteng bertanggungjawab”, timpal yang lain. Orang-orang kampung dihebohkan dengan gosip pernikahan Sari dengan Gunawan. Pasangan itu menjadi sangat populer.
Kabar mengejutkan, bukannya mereka segera menikah malah Sari pergi mbabu lagi ke Taiwan. “ dasar babu gatel, sudah kenal barang Arab nggak mau lagi barang lokal, kurang apa Gunawan?”, kata sebagian gadis dikampung itu. Gosip miring telah beredar, hilang sudah Sari yang baik, Sari yang hebat, hajjah yang solihah, yang ada babu adalah babu yang selalu pengin mencari majikan baru. Cap jelek itu justru muncul saat Sari harus mengorbankan dirinya untuk keluarga, mengorbankan rencana pernikahannya dengan Gunawan demi adik-adiknya agar berpendidikan tinggi. Kepergian Sari disebabkan kurangnya uang yang didapat dari Saudi, uang itu telah habis untuk melunasi utang keluarga, memperbaiki rumah dan membayar sekolah. “ darimana uang untuk modal kita berkeluarga? Darimana uang untuk hajatan pernikahan kita? Aku harus pergi lagi mas, kuharap pean rela menungguku untuk kebahagian kita bersama, mung telung tahun mas”, itu yang dikatakan Sari kepada Gunawan sebelum berangkat ke Taiwan.
Tiga tahun sudah Sari di Taiwan, dan pagi itu dia sudah berada dibandara Surabaya dengan segunung rindu untuk keluarga, sudah barang tentu kerinduan untuk Gunawan, kerinduan gadis normal, kerinduan untuk membangun mahligai perkawinan. Namun kerinduan-kerinduan itu telah menjadi kekhawatiran karena Sari telah menunggu lebih dari dua jam diterminal kedatangan khusus TKI padahal seperti biasa dia sudah mengeluarkan uang dua juta setengah untuk segera bisa keluar area bandara. Sari hanya berdoa semoga keluarga yang menjemputnya tidak mengalami hambatan perjalanan dari Banyuwangi ke Surabaya. Kegelisahan Sari semakin menjadi ketika para calo bandara selalu menawarinya bahkan memaksanya untuk naik travel mereka dan diantar ke tempat tujuan dengan harga yang mahal tentunya.
Tiga jam sudah Sari menunggu dalam kegelisahan, dalam kegalauan Sari dikejutkan oleh kedatangan seorang perempuan yang sangat dikenalnya,” simbok”, jerit Sari, keduanya berpelukan bertukar airmata seolah harus berpisah kembali. “wis suwe tekane nduk?” suara bapaknya telah melonggarkan pelukan Sari terhadap mboknya. Sari mencium tangan bapaknya, begitupun bapaknya itu memeluk erat putrinya seolah ada penyesalan yang sangat. Dalam perjalanan ke Banyuwangi kedua orang tua itu lebih banyak diam, tidak seperti saat Sari pulang dari Arab dulu. Sari melihat ada mendung diwajah bapak ibunya, mendung itu begitu terlihat dan begitu terasa baginya. “ada apa mbok kok kelihatan sedih? Mana Warti dan Seno, mas Gun kok juga gak melok mbok?” pertanyaan Sari itu begitu menghunjam hati kedua orang tua itu, bagaimana harus menjawab pertanyaan yang sebetulnya sederhana itu. Haruskah mereka menjawab yang sebenarnya, sebuah jawaban yang tentunya akan membuat Sari terluka hati, mereka tidak kuat membuat hati putrinya, pahlawan keluarga itu hancur. Karena yang sebenarnya adalah Gunawan telah menikahi Warti adik kandung Sari, tentunya satu kenyataan yang sangat sulit diterima oleh perempuan manapun, seorang kekasih telah menikah dengan orang lain apalagi dengan adik perempuannya sendiri. Dalam kekalutan, bapaknya itu menjawab,”Warti karo Seno gak melok mergo wedi mabok kendaraan nduk, nek sigun lagi loro”. Kata-kata bapaknya ini membuat Sari semakin bertanya-tanya, bagaimana bisa Seno yang menjadi kernet angkot bisa mabok kendaran bahkan adik laki-lakinya itu pernah menjadi kernet sampai ke pulau Bali, Warti juga tidak mungkin mabokan sedang adik perempuannya itu senang plesiran. Sebetulnya banyak pertanyaan dibenak Sari, namun dia tak mau membuat suasana semakin tidak nyaman, dia hanya berdoa dalam hati semoga dua adiknya dan calon suaminya dalam keadaan baik.
Sari menjadi sangat bingung saat bapaknya menjelaskan bahwa nanti mereka tidak langsung menuju rumah, tapi akan mampir dulu kerumah mbokdenya dulu karena mbokdenya itu sangat kangen padanya. Harusnya kan kerumah dulu, nanti setelah itu dia sowan kerumah mbokdenya, pikir Sari. Dalam hatinya, Sari pengin secepatnya melihat rumah yang baru diperbaiki dengan uang 30 juta yang dikirimnya dari Taiwan, rumah yang akan ditempati oleh keluarga besarnya dan barang tentu dengan Gunawan calon bapak dari anak-anaknya. Namun Sari tidak menolak untuk mampir ketempat mbokdenya dulu, tak ada salahnya mampir ke rumah mbokdenya karena kelewatan kalau mau pulang kerumah sendiri, pikir Sari.
Kebingungan Sari bertambah setibanya dirumah mbokdenya, suasananya, suasana rumah mbokdenya, suasana yang persis dengan pemberangkatan jenazah. Orang-orang dirumah mbokdenya terlihat sedih menatap Sari, bahkan mbokdenya berlinang airmata memeluk dan menciumnya,” ini airmata kesedihan”, batin Sari. “ ada apa to mbokde?”, tanya Sari dengan suara yang telah serak menahan tangis. Pertanyaan Sari tidak terjawab, yang muncul justru suara tangis bak koor lantunan lagu kebangsaan, dalam ketidaktahuan akhirnya tangis Sari meledak juga di pelukan mbokdenya.
Kegalauan Sari semakin memuncak saat bapaknya ndeprok duduk berlutut memeluk kakinya dengan kuat, dengan suara serak dan berat sambil menahan tangis, bapaknya berkata,” sepurane nduk, sepurane, bapak karo simbokmu gak isoh nyegah Warti adimu rabi karo Gunawan”. “ya Allah”, teriak Sari yang kemudian tenang dalam pingsannya. Hilang sudah semua impian, hilang semua keinginan, keinginan untuk mengantar dua adiknya menjadi orang kuliahan, impian untuk mengasuh anak-anaknya dari Gunawan. Realitas pahit dan menyakitkan justru yang ditemukan Sari dari kepulangannya kali ini, Sari tak mampu berkata-kata, dia kini berada di negeri kebisuan.
“ jahat betul mereka berdua, jahat betul dalam keadaanku yang remuk begini masih pengin mereka ketemu aku, masih punya muka mereka”, batin Sari. Bagaimana tidak sakit, adik perempuannya yang selalu dia kirimi uang setiap bulan untuk keperluan sekolah, yang dia harapkan akan berpendidikan tinggi, lebih memilih berhenti sekolah dan menikah. Lebih menyakitkan lagi pria yang dipilihnya adalah calon pengantin kakaknya sendiri, Gunawan.
Sari tetaplah Sari, Sari adalah kakak yang sangat mencintai adiknya betapapun telah melukainya, Sari masih tetaplah seorang kekasih yang memberikan pengorbanan untuk Gunawan meskipun sang kekasih telah mengkhianati. Uang 20 juta hasil dia mbabu di Taiwan, dia relakan untuk pasangan pengantin baru, membangun kehidupan mereka, yang berarti juga menenggelamkan kehidupannya sendiri.
******
Hari ini Sari telah berada di Hongkong, menjadi babu lagi, dengan hati yang masih tersisa dia selalu melantunkan do’a-do’a, “ya Allah! Hadirkanlah seorang laki-laki yang baik untukku dan mengajakku pulang dari negeri babu ini”.

Read More......

Selasa, Juni 09, 2009

SEBERAPA STRES KAH ANDA ?

Tahukah anda bahwa menurut penelitian, sebagian besar penyakit yang diderita manusia saat ini disebabkan oleh STRES. Dahulu kala kalau ada orang yang menderita sakit mag biasanya disebabkan oleh telat makan tapi saat ini mayoritas penyebab sakit mag adalah STRES, begitu pula dengan kebiasaan buruk seperti merokok, makan berlebihan, minum minuman keras, narkoba, penyakit jantung, stroke, darah tinggi dan penyakit berat lainnya disebabkan oleh STRES.
Dibawah ini ada beberapa kategori yang bisa dimasukan ke dalam kriteria dan tanda-tanda seseorang yang mengalami stress. Pesan sponsor hati-hatilah dan waspadalah...
1. Mudah tersinggung. Misalnya salah seorang sahabat kita yang sudah biasa kita sebut dengan panggilan “kurus” dan gak pernah marah. Tiba-tiba menjadi seperti kebakaran jenggot waktu kita sebut dengan panggilan itu.

2. Suka melawan atau membantah. Apa pun yang kita bicarakan dengan orang itu seolah-olah masuk ke kuping kiri dan keluar ke kuping kanan.

3. Murung dan menutup diri. Biasanya ceria, suka kejar-kejaran dan guling-guling ke sana kemari (hehe) tiba-tiba berubah menjadi pendiam. Seperti memiliki dunianya sendiri.

4. Melakukan hal-hal yang negatif (merokok berlebihan bahkan mencoba narkoba). Wah… kalau ini sih udah taraf gawat darurat. Segera deh melakukan tindakan pengamanan.


5. Merasa tidak nyaman dan gelisah berkepanjangan. Jadi selalu merasa ada saja yang kurang. Padahal semua normal-normal saja.

6. Cemas yang berlebihan. Tau istilah “parno“??Nah, itu dia. Jadi seperti mendapatkan suatu masalah yang serius banget. Tingkat kecemasannya seperti akan terjadi perang dunia ke III (kalo ini sih lebai….berlebihan banget, he).

7. Sulit berkonsentrasi. Sulit karena terus-menerus memikirkan masalah yang dihadapi. Saat lagi ujian kalkulus malah jawabannya berisi curhatan masalah hidup (ini sih gak nyambung banget!!)

8. Susah tidur. Seperti sudah minum 1 galon kopi buat begadang.

9.Tegang. Seperti orang-orang yang mau mengungkapkan cinta (cihuii). Dag.. dig.. dug rasanya.

10. Merasa tidak aman (takut), dll. Ini dikarenakan dikejar-kejar sama masalah.

Sumber : ciez90.wordpress.com
Nah, kalau anda mengalami 5 ciri di antaranya, hati-hati lho. Itu mungkin sudah memasuki taraf STRES. Tapi jangan putus semangat dulu, stress bukan penyakit yang nggak ada obatnya. Yakinlah bahwa stress bisa disembuhkan dan salah satu obat yang paling mujarab adalah mendekatkan diri sepenuhnya pada Allah SWT. Tingkatkan iman dan ibadah kita, Insya Allah stress akan hilang dengan sendirinya.....

Read More......

AYO BANGKIT …

Tahukah kalau setiap orang yang terlahir didunia adalah juara yang telah mengalahkan miliaran sel sperma lainnya sehingga kita bisa terlahir didunia ini.
Tapi mengapa setelah kita lahir dan tumbuh besar seperti saat ini, kita tidak bisa mengalahkan pesaing kita yang jumlahnya mungkin hanya puluhan, ratusan atau ribuan padahal kita pernah mengalahkan miliaran pesaing kita.
Menurut saya jawabannya adalah karena dipaksa. Saat kita dihadapkan pada pilihan harus juara atau mati, tiba-tiba raksasa dalam diri kita bangkit dan kita akan lakukan apapun untuk menjadi juara daripada mati, seperti halnya ketika kita menjadi sel sperma yang harus bersaing untuk mencapai indung telur ibu kita, kita akan lakukan apapun untuk mengalahkan miliaran pesaing kita untuk menjadi juara karena hanya satu atau dua sel saja yang dipilih dan yang lainnya mati.

Kata orang pintar, ternyata otak kita di design untuk mencari nikmat dan menghindari sengsara. Kalau kita ingin berhasil, kita harus melakukan perubahan. Tapi masalahnya sebagian orang malas untuk berubah karena sudah nyaman. Supaya mau berubah, coba kita bayangkan ketidakenakan kondisi kita saat ini misalnya betapa tidak enaknya menuju kantor harus bermacetan dijalan, kepanasan, kehujanan, dimarahi atasan, dikomplain client dan ketidaknyamanan lainnya yang akan membangkitkan semangat kita untuk berubah. Bagitu juga sebaliknya, bayangkan dan rasakan kenikmatan yang akan Kita dapatkan apabila Kita mau melakukan perubahan. Bayangkan juga orang-orang yang Kita cintai, apa yang akan mereka rasakan dan katakan tahun depan, dua tahun lagi, lima tahun lagi bila Kita mau melakukan perubahan saat ini dan betapa kecewanya mereka bila Kita tidak berubah saat ini.
Ayo kita bangkit bersama merubah hidup dan kehidupan kita menuju hari dan masa depan yang yang lebih cerah, lebih baik dan lebih dekat pada Allah SWT.

Read More......

Rabu, Juni 03, 2009

KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN) ……

Alkisah, disebuah hutan antah berantah, berdirilah sekolah baru bagi seluruh warga hutan. Sekolah ini memiliki fasilitas dan kurikulum lengkap, sehingga diklaim menjadi sekolah standar A+ berdasarkan maklumat dari pemerintahan Raja Hutan. Sebagai sekolah favorit, siswanya tentulah ramai. Ada si bebek, si kancil, si burung elang, sampai si tikuspun bersekolah disini.
Namun ada kegalauan dihati emak si Tikus, semenjak disekolahkan, si Tikus rajin sekali belajar hal baru. Belajar manjat pohonlah, belajar terbang, belajar menggali tanah sampai belajar berenang. Emak si Tikus gak tahan juga, dan akhirnya bertanya,
“Nak, emang disekolah harus belajar gitu segala? ” Tanya emak tikus pada anaknya.
“Iya mak. Disekolah kita diblajari semuanya mak..” Jawab si anak yang lagi belajar terbang.
“Tapi kalo gini, sampai kapanpun kamu gak akan pernah berhasil nak, nilai kamu bakal jelek terus untuk pelajaran berenang, apalagi terbang” timpal emak sedikit resah.
“Habis Kurikulum sekolah mengharuskan kita belajar ini sih mak, jadi mo gimana lagi?” balas menimpali si anak.
“Boleh saja belajar hal yang baru, tapi kamu memiliki kecerdasan hakiki (mengerat) yang harus kamu kembangkan nak..Jangan-jangan karena terlalu banyak belajar hal baru, kamu lupa bagaimana caranya mengerat. Akhirnya apa, kamu tidak memiliki kemampuan cukup karena hasilnya malah setengah semua, terbang gak bisa, mengerat yang jadi keahlianmu pun lupa…” Ungkap emak.
“Benar juga ya mak! Temenku si burung Elang pun sekarang aneh. Dia sering lupa bagaimana caranya terbang karena keasyikan belajar berenang. Keahlian utamanya malah gak berkembang…” Ujar si anak Tikus sembari berhenti dari kegiatannya.


“Ya udah, besok emak bersama orangtua murid akan menghadap komite sekolah, gimana solusinya agar siswa berkembang optimal. Apakah harus menggunakan kurikulum KTSP seperti yang emak denger dari bangsa manusia..” Kata si emak sembari menyiapkan minuman buat si anak.
“KTSP ? Apa lagi tu mak?” Tanya si anak heran.
“KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum ciptaan bangsa manusia. Intinya bagaimana mengoptimalkan kecerdasan siswa yang ternyata beragam, majemuk. Meski sama namanya, manusia, tapi mereka benar-benar berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, tidak ada lagi panggilan bodoh/goblok. Yang ada dia tidak cerdas pada bidang tertentu, tapi cerdas dibidang yang lain…” Jelas si emak.
“Wah, bisa diterapin gak ya mak di negeri hutan? Keknya KTSP bisa jadi solusi untuk mendongkrak kecerdasan hakiki tiap siswa disekolahku mak..”
“Tergantung bagaimana guru mengolah kurikulum tersebut. Lagi pula kita tunggu juga hasilnya, karena KTSP masih setengah jalan. Bangsa manusia sendiri masih kebingungan untuk menerapkannya…” si emak menjelaskan.
“Tambah berat dung beban guru ya mak? Berarti dia harus memiliki kecerdasan yang mewakili tiap individu yang berbeda…ckk…ck..ck..salut buat guru…” Terkagum-kagum si anak mendengar penjelasan emaknya.
“Makanya, buat kamu yang otaknya sedikit, jangan jadi guru. Mending kamu cari kerjaan lain. Lagi pula jadi guru gajinya kecil, tapi tuntutannya besar. Tapi anehnya, bangsa manusia tau itu, tapi mereka seolah tak mau tahu…dah gih, mandi sono…badan kamu bau..” Kata emak menutup pembicaraan.
Dari kisah ini ada hal yang sangat penting yang bisa kita jadikan sebagai landasan untuk meningkatkan pendidikan kita. Selamat berjuang para pendidik putra-putra bangsa.....
Disadur dari sebuah komentar pada http://gurupkn.wordpress.com/

Read More......

Senin, Juni 01, 2009

Hidup ini cuma SATU KALI.....

"Hidup ini cuma satu kali... namun di dalamnya terdapat
berjuta peluang, berjuta kesempatan dan berjuta konsekuensi
yang menyertai setiap keputusan, tindakan, bahkan pemikiran
seorang manusia"

Apa makna dari ungkapan yang sering kita dengar bahwa hidup ini
hanya satu kali? Tidak lain mengisyaratkan kita untuk ambil bagian
dalam phase aktif kehidupan pada saat ini, dan juga menghindarkan
diri dari keputusan dan tindakan yang akan kita sesali di kemudian
hari.

Sering kali kita melihat bahwa di pasaran telah ada banyak pihak lain
yang tampak lebih ahli, lebih berpengalaman, lebih dikenal luas dan
telah lebih banyak menghasilkan karya-karya & pencapaian, dimana
ternyata hal-hal tersebut sama sekali bukan menjadi halangan bagi kita
untuk berkarya dan mempersembahkan yang terbaik bagi orang lain,
karena sama seperti mereka yang telah lebih dulu terjun, masa sekarang
ini adalah waktu yang sama tepatnya bagi kita untuk berkarya & berkontribusi.

Jadi kapan tepatnya kita sudah tidak pada waktunya untuk berkarya dan
berkontribusi? Tentunya saat kita sudah tidak bernafas lagi di muka bumi
ini, dan ketika saat itu terjadi, alangkah baiknya bila kita sudah melakukan
berbagai tugas, kontribusi, upaya, dan terutama tindakan yang diperlukan
untuk memberikan hal yang berguna bagi sesama manusia dan generasi selanjutnya, sebagaimana banyak pendahulu kita yang mewariskan hal-hal
baik dan berguna sebagai buah karya semasa periode aktif kontribusi mereka
pada masanya lalu.


Jadi, tunggu apa lagi, mari kita 'jeburkan' diri ke dalam upaya, aktivitas, dan
keputusan yang membawa hasil positif - pencapaian bagi diri kita dan juga
kontribusi bagi sesama manusia, karena saat ini kita sedang dalam phase
yang tepat untuk hal-hal tersebut, berkaitan dengan hidup kita yang "cuma
1 kali" ini... dan singkat pula... Jadikan setiap hari berharga, bermanfaat,
berbahagia dan bertanggung jawab bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar
kita.

sumber : http://motivasi-sukses.com

Read More......

Sabtu, Mei 30, 2009

PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIN PURWOKERTO TAHUN AKADEMIK 2009-2010 JALUR KHUSUS

Setelah mengadakan seleksi administratif dan malalui Sidang Yudisium pada hari Jum’at, 29 Mei 2009, menghasilkan keputusan sebagai berikut :




Bagi peserta yang namanya tercantum dalam lampiran Surat Keputusan tersebut dimohon untuk hadir di Ruang Sidang Lantai II Gedung Pusat STAIN Purwokerto pada hari Selasa, 9 Juni 2009 pukul 10.00 - selesai.


Read More......

Minggu, Mei 24, 2009

sebuah perenungan


Karena materi
Kadang karena materi,
Kita jadi egois
Lupa akan melihat "kawan" ke bawah
Kadang karena materi,
Kita jadi buta
Tidak melihat mana yang baik
Kadang karena materi,
Kita jadi bisu
lupa menyapa dengan yang lain
Kadang karena materi.
kita jadi tuli
lupa mendengar permintaan “tolong”
kadang karena materi,
kita saling membunuh
lupa akan hati nurani (ekstrim)
kadang karena materi,
kita jadi berambisi
lupa dengan resiko
kadang karena materi,
kita jadi lupa,
…lupa akan kawan
…lupa akan yang melahirkan
…lupa akan yang Empunya hidup


Read More......

Sabtu, Mei 16, 2009

Lanjutan "Renungan Tengah Malam"

Yach....perdebatan yang sengit dalam hati antara kata untuk tetap teguh menjalankan keyakinan dan aqidah serta kata untuk mengejar duit, maklum baru beberapa bulan bisa gajian khan ada kebanggaan khusus yang kata orang Purwokerto "kemaruk". Puncak kegalauan hati adalah ketika pas malam lebaran atau malam takbiran. Aku tepatnya kami dah ada kesepakatan dengan pimpinan bahwa kita kerja nyampe jam 10 malam dan setelah itu masing-masing dari kami akan diantar pake mobil perusahaan sampe ke rumah masing-msing. Tapi nyatanya..., kerja kami nyampe jam 11 lebih dan parahnya lagi kami nggak diantar nyampe rumah seperti janji yang sudah disepakati. esok harinya kami (pas waktu itu berdua ama temen aku) sepakat tidak masuk kerja alias bolos sebagai bentuk protes kami. Dihari kedua lebaran, kami masuk dan...seperti yang kami duga sebelumnya kami dipanggil pimpinan dan biasa dapet omelan yang macam-macam. Ibarat pepatah bilang, bendera perang sudah dikibarkan dan pantang bagi aku untuk mundur. Aku yang waktu itu masih dipenuhi dengan gejolak muda dan api yang membara, langsung aja ambil langkah tegas. Siang harinya aku langsung menemui pimpinan dengan persiapan kata dan keyakinan hati yang mantap, setelah sedikit berargumen, aku ambil sikap "berhenti dari pekerjaan" alias keluar. Reaksi pimpinan agak kaget dan keberatan, serta aku dibujuk dengan kenaikan gaji yang lumayan menggiurkan. Aku pikir, timbang dan... aku tetap pada pendiriannku yaitu keluar. Dalam hal ini aku lebih memikirkan nilai ibadahku yang nggak bisa terpenuhi 100 % ketimbang nilai uang. Walau jujur aja, aku butuh uang buat hidupku di tanah rantau, but..uang bukan segalanya. Pertemuan siang itu belum mencapai kata sepakat, alias mencapai deadlock. Akhirnya pimpinan memberikan aku waktu libur 3 hari untuk memikirkan jalan terbaikku di rumah. Wah...enak ya..dikasih cuti 3 hari bisa berlibur, kumpul ama keluarga, pacar, temen deket...and so on lah...


Tapi...aku dah bulat pada keputusanku bahwa aku harus keluar dari tempat kerjaku. Mungkin ini memang bukan tempatku mengais rezeki, dan setelah tiga hari aku kembali menghadap dan tetep pada komitmentku, aku keluar........ (nyombong banget ya.. dah dikasih hati kok malah ngrogoh rempela. Gitu kata orang Purwokerto) Biarin aja, wong aku dah ambil keputusan keluar ya..aku harus yakin dengan keputusannku walaupun nantinnya aku nggak dapet pesangon biarlah.......
Selanjutnya aku balik lagi ke kampung halaman, mencoba berfikir jernih dan mencari solusi dan kerjaan baru. Iseng-iseng buat lamaran dan kirim kesana kemari. Alhamdulillah, gak pake lama (kayak iklan aja) aku dapet panggilan kerja dari 2 buah hotel berbintang di Purwokerto yaitu Dynasti dan Queen Garden, tapi karena yang dateng duluan Queen Garden yach... aku meluncur kesana tuk ngikuti ujian seleksi penerimaan karyawan. Jumlah yang dipanggil waktu itu ada 17 orang dan yang diterima cuman 5 orang doang. Istilah aku datang dengan untung-untungan juga. Yang penting usaha dulu, hasil akhir kita serahkan aja sama Allah. Begitu semboyanku. Setelah test tertulis dan macam-macem, diakhiri dengan test wawancara langsung dengan para manager, dari manager FO (Front Office), manager F&B (Food and Baverage) dan terakhir manager HK (House Keeping). Ada test bahasa inggrisnya juga lho..but nyante aja lah.... Usaha, usaha dan usaha...hasil akhir tunggu aja nasib, gitu pikirku... Dan sampelah pada pengumuman yang dikirim lewat pos ke alamat rumah, Alhamdulillah aku termasuk kedalam 5 orang yang diterima, dan mulailah kesibukanku dengan persiapan kerja. Yang pertama dan utama adalah mencari tempat kost, karena jarak yang sangat tidak memungkinkan aku untuk dilaju. Berkat kenalan kakak kerja (duh..sok akrab nih..) aku dapet kost di Desa Kemutug Lor, daerah Baturaden (pasti deh..konotasinya pada ngeres..) Selanjutnya aku ketemu ama tuan rumah, kenalan seperlunya dan negoisasi harga. Klop, harga oke, tempat okey, segalanya pada okey dan yang nambah aku tertarik.... anak gadisnya juga okey punya...(nah khan jiwa playboynya mulai jalan).
Hari pertama kerja berjalan dengan lancar, aku ditempatkan di bagian HK sebagai roomboy, yach..ROOMBOY (yang kerjaannya nata-nata kamar tamu). Kenapa aku milih bagian ini, ada alasan tertentu diantaranya, aku emang seneng dengan kerapihan dan kebersihan (kayak orangnya yang selalu tampil perfect dan necis), trus bisa komunikasi langsung dengan tamu hotel yang sebagian besar adalah turis manca sehingga secara tidak langsung aku belajar bahasa inggris, trus...tips nya lumayan menggiurkan (tips apaan ya... itu lho uang jasa dari tamu)
Awal-awal aku kerja dihotel, lumayan bikin aku kagum ama semua fasilitas dan interior hotel yang boleh dibilang serba mewah, maklum aja aku berasal dari Desa sehingga agak katro dengan kemegahan kota. Seminggu, sebulan, setahun tak terasa aku sudah bergelut dengan glamournya kehidupan hotel. Aku yang dulunya nggak tahu-menahu dengan diskotik, karaoke, pub, bar, restaurat, burger dan seabreg lainnya, sekarang menjadi santapan saban hari. Dan tak terasa tiga tahun aku dah kerja di hotel, ada sesuatu yang mulai berubah drastis dari diriku. Sikap alim dan kalemku seperti mulai terkikis dan pudar dari kehidupannku. Aku yang dulunya tidak terlalu memikirkan cewek, mulai terjun dalam permainan cinta bahkan keluar cap "playboy" bagi diriku. Kisah pertamaku adalah anaknya Bapak kostku, kemudian beberapa anak SMK Perhotelan yang PKL ditempat kerjaku, dan ada seorang cewek yang telah membuat aku jati patah hati dan jatuh cinta 1000%, namun nggak kesampean, sampe pada kisahku di sidang ama orang-orang yang gak senang denganku.
Kisah-kisah tersebut akan aku beberkan dipostingan yang lainnya.
Tak terasa 9 tahun aku merantau dan berkecimpung didunia perhotelan, dan alhamdulillah juga aku dah merampungkan studiku di D3 Ilmu Komputer. Memasuki tahun ke 9 ini, aku banyak disibukan dengan pertarungan batin antara aqidah dan kerjaan. Disatu pihak aku emang butuh kerjaan, but dipihak lainnya aku butuh siraman kedamaian kalbu (uh..bahasane lho..) alias butuh kedamaian dan ketentraman batin dengan menegakan ibadah pada Allah SWT. Pada waktu itu kedudukanku adalah bartender yang memegang restaurant dan coffe shop, sebuah jabatan basah, yang menjadi rebutan banyak karyawan. Tapi karena kedudukan ini pula yang menyadarkan aku, karena aku seperti ikut andil bagian dan meyediakan orang-orang yang datang untuk mabuk dan menenggak miras dari persentase yang kelas kacangan sampe tingkat para konglomerat. Terus..... sorry ya aku sambung lain waktu lagi.......pokoknya tambah seru aja deh...

Read More......

Jumat, Mei 15, 2009

Renungan Tengah Malam

Hidup.... ya...hidup dan kehidupan ini penuh dengan lika dan liku yang mana membutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk menggapai hidup yang berarti. Berarti untuk diri sendiri, keluarga dan berarti untuk lingkungan masyarakat di mana kita tinggal. Lalu, apakah hidup kita selama ini sudah mempunyai arti setidaknya untuk diri kita sendiri?
Detik berganti menit, jam, hari lalu minggu, bulan dan seterusnya... waktu terus berjalan dan usia kita semakin berkurang. Jangan sampai waktu yang terbuang hilang percuma tanpa makna buat kita. Ada pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan kulit, lalu... apa yang akan kita tinggalkan ketika kita menghadap kembali ke hadirat Allah SWT. Apakah kita akan meninggalkan hutang buat anak-anak kita?

Suatu malam yang sepi ditepi pinggiran sawah, ku coba merenungi akan segala tindak-tanduk dan langkah kakiku selama ini. Banyak hal yang tiba-tiba terlintas dalam benakku. Kenangan beberapa tahun silam seperti terputar kembali di layar lebar. Bagaimana kehidupan sepuluh tahun silam menghiasi kehidupanku. Yach..masa dimana sedang mencari jatidiri, merambah kehidupan yang sebenarnya. Lintasan kejadian di renungan malam dimulai ketika aku menginjakan kaki di kota kripik Purwokerto. Yach..berbekal ijasah SMA, aku coba mengadu nasib di Kota Purwokerto. Mungkin ada rekan yang bertanya, apa tidak lanjut kuliah selepas SMA? Memang waktu itu aku tidak berminat untuk lanjut studi.
Ada hal yang mendorong aku untuk secepatnya bisa mencari uang sendiri. Aku pengin tunjukan pada keluargaku, pada saudara-saudaraku bahwa aku juga bisa mencari uang saku sendiri, tidak selamanya menjadi beban keluarga. Yach..beberapa hari luntang-luntung nggak karuan juntrungnya di Kota Purwokerto, yang penting aku dapet kerjaan. Dan alhamdulillah, ada sebuah rumah makan atau kerennya sebuah KFC yang butuh karyawan. Tanpa pikir panjang lagi, aku kirim lamaran, trus interview dan akhirnya aku diterima kerja sebagai asistant tukang masak. Yach.... assistant koki, kenapa nggak?


Memang aneh dan saya sendiri nggak ada background untuk jadi tukang masak, tapi yach semua bisa dipelajari kok. Kenapa harus takut? Setelah satu bulan training, aku langsung terjun di dunia kerja yang sesungguhnya dan yang terpenting aku dah dapet penghasilan buat biaya hidup di Purwokerto. Hari-hari aku lalui dengan kesibukan menyiapkan ayam goreng, bersih-bersih dapur, bikin bumbu, bikin soup, ngepel lantai dan sebagainya. Setelah tiga bulan, aku mulai berfikir dengan sistem kerja yang agak amburadul. Aku kerja dari mulai jam 08.00 pagi nyampe jam 10.00 malam, yach memang ada istirahatnya alias gantian dengan kokinya tapi.... ada yang kurang dan hilang dari hidupku. Ibadah...yach. ibadah yang seharusnya aku lakukan dengan istiqomah jadi berantakan nggak teratur. Hatiku berontak, hatiku menjerit, haruskah aqidah yang selama ini aku bangun terkotori dengan hasrat mencari duit.....? (okey, aku sambung kisahku ini dilain waktu)

Read More......

Kamis, Mei 14, 2009

Tips Menjadi Mahasiswa Sukses


Tulisan ini aku salin seluruhnya dari catatan-catatannya Mas Romi Satrio Wahono, aku harap beliau nggak marah. Sengaja aku ambil karena aku pikir tulisan ini sangat bermanfaat buat kita semua yang akan, sedang dan sudah menjadi mahasiswa. Karena bagaimanapun mahasiswa juga manusia yang tidak lepas dari kekhilafan. Mahasiswa punya banyak waktu luang, banyak nganggurnya daripada kuliahnya, nah… kenapa waktu yang terbuang itu tidak digunakan untuk mengoreksi diri alias instropeksi demi peningkatan nilai dan kalau bisa kenapa nggak mahasiswa punya usaha?
Anda mahasiswa yang luntang-luntung kurang kerjaan? Sudah mulai mual ndengerin kuliah pak dosen? Mulai bete dengan suasana kos-kosan? Apalagi teman dekat sudah mulai pindah kos karena nggak tahan anda utangin terus hehehe. Pingin teriak sekeras-kerasnya tapi takut ditimpukin tetangga? Atau dulu punya mimpi pingin ikut mbangun republik tercinta, tapi jangankan itu, mbangun diri sendiri saja susah bo :) Apa salah jurusan yah? Padahal dulu dah baca-baca tulisan tips dan trik memilih jurusan. Bingung karena nggak dapat apa-apa di universitas. Jadi makin terseok-seok dan tanpa ruh kalau baca tulisan tentang jenis mahasiswa. Hmmm … coba deh ikuti tulisan ini, siapa tahu ada tips yang cocok dan bisa bikin semangat bangkit.

1. Bangun tidur, berdiri di depan kaca, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kos-kosan ini (Ya soalnya anda sendirian sekarang :D) Kalau anda merasa itu kurang, ucapkan bahwa andalah yang terbaik di kelas anda atau terganteng di kampus anda. Yakinilah bahwa anda adalah manusia pilihan, paling tidak terpilih sebagai wakil desa anda yang bisa kuliah di universitas ini. Atau kalau lebih pede lagi, bilang bahwa andalah makhluk terbaik di muka bumi, ya memang benar, paling tidak dibandingkan dengan hewan dan tumbuhan.


2. Mandi yang bersih, sisir dan rapikan rambut anda. Ambil handphone, bikin senyuman paling manis, foto wajah anda. Ulangi lagi kalau masih kurang enak dilihat. Kalau sampai 10 kali jepretan masih juga kurang enak di lihat, ambil secara acak saja. Mungkin wajah anda memang tidak terlalu enak dilihat.

3. Nyalakan komputer, akses internet, nggak usah ke mana-mana, langsung saja buka http://wordpress.com. Buat account blog di sana.

4. Renungi hidup anda, ingat-ingat lagi perjalanan hidup dari kecil sampai sekarang dan apa yang telah anda lakukan. Masuk ke menu administrasi http://wordpress.com, klik Write->Page. Buat tulisan dengan judul About Me, tuliskan resume, kisah hidup dan Curriculum Vitae (CV) anda. Tuliskan “apa saja” seluruh kegiatan anda di sana. Dari lahir, SD, SMP, SMA dan kuliah. Pernah jadi ketua OSIS, sekretaris, bendahara atau pesuruh OSIS? Atau pernah ikutan nyembelih kambing kurban, pernah jadi penjaga masjid, pernah bikin workshop komputer, pernah menang lomba balap karung, cerdas cermat atau lomba gambar di kampung. Tulis semuanya. Kerahkan seluruh ingatan anda, anggap saja nostalgia. Sekali lagi, tulis semua, apapun yang anda lalui di “Page” berjudul About Me tadi. Sudah puas? Klik “Publish“. Kalau ada yang kurang tambahi lagi, kalau merasa halaman itu nggak cukup dan harus tulis dalam OO Writer atau MS Word, copy and paste saja draft tadi. Jangan lupa convert ke PDF dan upload di halaman About Me. Perbaiki terus CV anda setiap ada kegiatan yang anda lakukan, sekecil apapun. Beri juga skrinsyuut kalau diperlukan. Oh ya, foto manis anda tadi jangan lupa dipasang di halaman About Me, kalau pingin contoh, termasuk gimana nempatan CV versi PDF cek di sini deh.

5. Sekarang ayok berdiri, jalan ke meja belajar anda. Kenangi kehidupan kampus anda, senangnya ketika diterima di universitas ini, semangatnya ikutan ospek (atau apa ya namanya sekarang?), dosen-dosen anda yang baik dan menyenangkan, nilai mata kuliah anda yang naik turun (yang pasti lebih banyak turunnya ;)), dan mungkin juga teman-teman mahasiswi anda yang sudah menolak cinta anda. Kenang semua. Olala, ada kenangan manis disaat anda berjaya dengan satu mata kuliah yang anda senangi, dosennya juga maknyus kalau ngajar, dan anda akhirnya anda mendapatkan berkah nilai A diantara tumpukan nilai C, D dan E.

6. Mata kuliah apa itu ya, yang dulu anda senangi? Cari buku catatan anda, obrak abrik meja belajar untuk nyari buku textbook mata kuliah itu. Ketemu? Oalah anda ternyata jagoan Rekayasa Perangkat Lunak. Ok sekarang lihat lagi tulisan di buku catatan anda yang sudah lusuh. Cocokan dengan buku textbook. Sekarang tulis kenangan anda tentang mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak itu. Jangan tulis yang lain, konsentrasi saja ke satu mata kuliah itu. Tulisan apapun asal berhubungan dengan Rekayasa Perangkat Lunak. Satu topik tulisan cukup 4-6 paragraf saja, jangan kepanjangan. Kalau belum puas, buat lagi topik lain, batasi juga 4-6 paragraf. Nulisnya di Write->Post lho ya, jangan lupa.

7. Kurang bahan? Dulu kayaknya pernah pinjem buku bagus tentang Rekayasa Perangkat Lunak di perpustakaan? Ok, kebetulan dah masuk waktu dhuhur dan makan siang. Jangan lupa mampir dulu untuk sholat dhuhur di masjid samping kos-kosan, dan makan siang di warteg andalan. Ok, genjot sepeda ke kampus, langsung ke perpus. Cari buku kenangan anda tadi. Juga cari banyak berita dan tulisan populer tentang software dan metode pengembangan. Kalau perpus ada internet, balik lagi ke http://wordpress.com anda. Lanjutkan tulisan-tulisan anda.

8. Ops nggak terasa sampai maghrib di perpus. Sholat, makan malam dan pulang. Ingat-ingat deh dulu kayaknya pernah ngerjain Tugas Mandiri berhubungan dengan software? Ok kumpulin file-filenya yuk. Dari mata kuliah apa saja lah, bisa Rekayasa Perangkat Lunak, Dasar Pemrograman, Pemrograman berorientasi Obyek, atau apapun. Kalau ada program yang dulu dibuat juga kumpulin. Dibahas saja program yang pernah dibuat, sekaligus dibagi gratis tuh codenya. Walah bisa jadi satu kategori baru tuh di blog

9. Sebelum tidur, baca bismillah, dan ucapkan syukur hari ini anda sudah melakukan kegiatan yang sangat baik dan produktif, kegiatan yang bisa membanggakan orang tua, teman, tetangga, dan dosen anda. Dan Insya Allah bisa menjadi bekal kontribusi anda ke republik tercinta ini.

10. Bangun pagi, nggak usah kebanyakan tidur, anda bukan bayi lagi Sholat shubuh dan lanjutkan petualangan hidup anda.

11. Sebelum masuk kuliah baca-baca buku dulu deh, hari ini pak dosen mau ngajari apa, siapa tahu bisa jadi bahan tulisan. Kalau ada waktu pagi bikin resume atau rangkuman bab yang pak dosen akan ajar. Insya Allah saya jamin anda akan masuk ke kelas dengan suasana yang berbeda. Anda tidak lagi tidur. Horeeee! Lho kok bisa, ya soalnya anda jadi pingin konfirmasi ke pak dosen, yang anda pahami dari rangkuman tadi bener nggak. Dan anda akan nyimak karena anda berharap bisa jadi bahan tulisan. Ada kemungkinan anda akan lebih pinter dari pak dosen, karena kadang saking sibuknya ngerjain proyek, pak dosen kadang lupa belajar … hihihi. Kalau ada pertanyaan yang nggak bisa dijawab pak dosen, anda angkat tangan saja, bilang bahwa pernah mengupas tuntas masalah itu, sebutkan URL blog anda. Bantu dosen anda jawablah, siapa tahu malah nanti diminta bantu dosen ngerjain proyek atau malah jadi asisten dosen. Cuman jangan galak-galak sama adik kelas yah, jaman dosen bangga karena nggak ngelulusin mahasiswa sudah kuno. Yang trend sekarang dosen gaul, kayak si broer sang dosen flamboyan (ngajar di semua kampus di jakarta bo) dan mbah IMW dari gundar

12. Lanjutkan perdjoeangan. Mudah-mudahan semester ini tumpukan nilai A anda semakin banyak. Dan Insya Allah saya jamin, anda tidak akan kesulitan ngerjain skripsi atau TA di semester akhir. Kok bisa? Ya, anda sudah terbiasa banyak baca dan nulis, ini modal penting bikin skripsi. Logikanya kalau anda banyak nulis, pasti banyak baca tho Jangan lupa untuk submit artikel-artikel anda di IlmuKomputer.Com, prosedurnya ada di sini nih. Ini penting karena kabarnya numpang nampang di IlmuKomputer.Com bisa bawa hoki, bisa dapat jodoh, pekerjaan, project atau ketularan gemuk dari foundernya. Yang pasti bisa bantu ningkatin traffic blog anda


13. Kalau kebiasaan 1-12 anda lakukan sampai anda lulus, Insya Allah anda tidak akan kesulitan mencari pekerjaan. Justru pekerjaan yang akan mencari anda. Tulisan-tulisan anda di blog sudah di-indeks oleh banyak mesin mencari. Bahkan mungkin kalau orang googling dengan keyword “Rekayasa Perangkat Lunak Indonesia“, yang muncul nomor satu adalah blog anda. Anda nggak perlu bawa CV ke mana-mana karena anda sudah tulis di blog anda. Tentu anda akan semakin surprise kalau ada penerbit yang nawarin membukukan tulisan-tulisan Rekayasa Perangkat Lunak yang anda telateni selama ini. Kesempatan jadi dosen bukan mimpi lagi, lha wong yang nulis bukunya anda je. Wajar tho sekalian ngajar ;) Malah anda mungkin sudah ditokohkan oleh masyarakat Indonesia di bidang Rekayasa Perangkat Lunak? Amiiin. Cuman jangan sombong, sombong itu temannya setan

14. Akhirnya, alhamdulillah anda telah sukses melewati kehidupan mahasiswa anda dengan baik. Bukan karena siapa-siapa, tapi karena perdjoeangan anda sendiri, karena tangan anda sendiri, dan tentu saja pertolongan dari yang DIATAS. Jangan lupa, tetap lanjutkan perdjoeangan di kehidupan baru.

Disadur selengkapnya dari : http://romisatriawahono.net

Read More......

Kamis, Mei 07, 2009

Mempertahankan motivasi diri


Film Children of Heaven adalah salah satu film yang sangat mengesankan. Film dari Iran ini bercerita tentang kakak beradik dari keluarga miskin, Ali dan Zahra, yang berusaha memecahkan masalah mereka bersama : sepatu si adik hilang, mereka takut bilang ke orang tua, lalu mereka bergantian pakai sepatu si kakak untuk pergi ke sekolah. Berhari-hari mereka terpaksa berlari-lari demi bisa bergantian sepatu tepat waktu agar tidak terlambat sampai sekolah. Ada banyak masalah karena hal itu, Zahra yang malu dengan sepatu gembel buruk rupa milik Ali, sepatu hanyut di selokan, Ali yang dimarahi pengawas sekolah karena datang terlambat, dan lain-lain masalah.
Pemecahan masalah muncul ketika ada lomba lari anak-anak yang berhadiah sepatu untuk juara ke-tiga. Ali akhirnya lolos boleh ikut lomba tersebut mewakili sekolahnya. Diam-diam Ali mengincar juara ke-tiga demi hadiah sepatu. Tak disangka dia menjadi juara satu. Ali justru menangis, karena gagal mendapat hadiah sepatu!
Film ini diputar untuk memberi pengertian tentang motivasi kepada sekelompok siswa SMP di Yayasan Pupuk Kaltim Bontang. Pertanyaan yang diajukan kepada adik-adik tersebut : “Mengapa Ali ingin menjadi juara ke-3?” Mereka menjawab, “Ingin dapat hadiah sepatu.” “Apa yang membuat Ali menjadi sangat bersemangat bahkan ngotot untuk meraih hadiah sepatu dalam lomba lari tersebut?” Adik-adik remaja itu diam. Saya jawab, “Karena dia membela adiknya.”


Cuplikan kisah film itu menunjukkan dua hal penting :
1. seseorang bisa merancang strategi kalau sudah jelas apa yang ia tuju (dalam hal ini Ali berstrategi menjadi juara 3 demi hadiah sepatu). Apa yang dia tuju itu adalah ‘visi’.
2. Seseorang akan membuat’visi’ dan bersemangat kuat untuk meraih ‘visi’ itu kalau dia mempunyai SESUATU YANG DI’BELA’ (dalam kisah itu Ali membela adik yang sangat disayangnya, karena itu ‘energi’ semangat dia melejit tinggi jauh melampaui peserta lomba lainnya).
Seringkali kita merasa kehilangan semangat, atau turun semangat dalam bekerja, belajar, maupun berusaha. Sumber utama penurunan tersebut karena kita tidak sunguuh-sungguh membela sesuatu. Orang yang bekerja dengan kesadaran sedang ‘membela’ keluarganya (istri dan anak), pasti lebih bermotivasi dibandingkan yang sekedar bekerja untuk mengisi waktu. Siswa yang belajar dengan kesadaran sedang membela masa depan diri dia sendiri, tentu lebih bermotivasi dibandingkan yang cuma sekedar mengikuti kelaziman bersekolah. Dalam buku Quantum Learning, awal dari pembelajaran yang berhasil adalah sebuah pertanyaan, yaitu AMBAK : Apa Manfaatnya ini BAgi Ku? Sebenarnya esensi dari hal itu adalah mencari relevansi dari apa yang akan dilakukan (belajar misalnya) dengan kepentingan ‘membela sesuatu’(dalam hal ini adalah diri sendiri).
Jadi resep tetap bersemangat adalah : ‘bela’lah sesuatu. Dan yang terutama adalah bela dirimu sendiri, untuk dunia maupun akhirat!

Read More......

Senin, Mei 04, 2009

Sebuah Kesuksesan Haruskah Melupakan Hati Nurani ?

Ada sebuah artikel yang patut diulas, dibaca dan selanjutnya direnungkan tentang seseorang yang dahulunya dalam hal materi bisa dikatakan sangat kekurangan hingga pada suatu hari ia mendapatkan sebuah kesuksesan besar dalam hal materiil, tapi ia seakan lupa, lupa akan kepedulian kepada sesama. Begini ceritanya seperti yang aku kutip dari sumber: http://www.bayumukti.com/sebuah-kesuksesan-materi-haruskah-melupakan-hati-nurani/

Di sebuah desa terpencil, hidup seorang pemuda yang cerdas dan mempunyai semangat yang tinggi. Si pemuda tersebut tinggal bersama dengan ayahnya yang adalah seorang buruh tani harian dan dua orang adik perempuan yang masih kecil. Ibunya telah lama meninggal sejak melahirkan adik bungsunya.
Kehidupan keluarga pemuda itu sangat sederhana dan penghasilan ayahnya hanya cukup untuk makan sehari-hari mereka berempat. Melihat kondisi perekonomian keluarganya yang serba berkekurangan, si pemuda tersebut bertekad ingin mengubah kehidupannya dan keluarganya menjadi lebih baik. Dia berencana ingin sekolah sambil bekerja dikota besar, menuntut ilmu setinggi tingginya sehingga dia dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya di desa.


Maka diputuskannya pada suatu hari, dengan berbekal sekedarnya, si pemuda pamit kepada ayahnya untuk pergi ke kota. ” Ayah, doakan saya agar berhasil kelak di kota, saya tidak bisa tinggal diam dengan kondisi kita sekarang ini dengan tetap tinggal di desa, saya harus merubah nasib saya dan juga keluarga kita ini?!”, ujar pemuda pada ayahnya. Walaupun dengan sangat berat hati, ayah si pemuda tersebut akhirnya merestui kepergian si pemuda tersebut.
Sesampainya dikota, si pemuda berkenalan dengan seorang anak tabib terkenal dikota tersebut. Dari perkenalan tersebut si pemuda menceritakan perihalnya ke kota serta keinginannya untuk mencari kerja di kota. Mendengar cerita si pemuda timbul rasa iba anak tabib tersebut, maka akhirnya si pemuda itu diajaknya bekerja di toko obat ayahnya.

Si pemuda begitu rajin bekerja dan mempunyai tekad yang sangat kuat dalam hal belajar. Hal ini membuat si tabib menjadi sayang dan perhatian kepada si pemuda. Diajarkannya beberapa ilmu pengobatan sederhana hingga cara meracik obat.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan tidak terasa telah 8 tahun si pemuda telah meninggalkan desa tercintanya. Berkat semangat juang yang sangat tinggi dan tidak mengenal putus asa serta dilandasi tujuan yang sangat jelas, akhirnya si pemuda tersebut menjadi seorang tabib yang sangat hebat, keahliannya dalam mengdiagnosa penyakit serta meracik obat terkenal sangat manjur. Berbagai kalangan masyarakat telah diobatinya, dari masyarakat miskin hingga pejabat di kota tersebut.
Namun si pemuda tersebut tidak melupakan keluarganya di desa. Setiap bulan dia selalu mengirimkan uang kepada ayahnya, sehingga adik adiknya dapat bersekolah di desa, dan kehidupan keluarganya di desa berkecukupan. Melihat keahlian dan bakti si pemuda pada keluarganya, membuat semakin bangga si tabib pada muridnya itu. Dia berminat ingin mewariskan segala ilmunya kepada si pemuda itu, dengan harapan si pemuda tersebut suatu hari kelak dapat menjadi orang yang ahli mengobati semua penyakit dan melayani semua kalangan masyarakat tanpa memandang derajat seseorang.
Si pemuda tersebut tetap terus mempelajari ilmu pengobatan dari berbagai sumber untuk semakin menambah ilmunya. Keahlian dan kehebatan si pemuda tersebut semakin lama semakin terkenal. Tidak hanya di dalam kota bahkan namanya telah dikenal orang di seluruh negeri. Kerapkali dia diundang menjadi pengajar di beberapa sekolah, balai pengobatan hingga universitas di segala penjuru negeri.

Kesibukan dan kesuksesan si pemuda tersebut akhirnya membuat dia lupa pesan gurunya untuk tetap melayani kaum miskin dan orang-orang yang sangat membutuhkannya. Kesuksesannya telah membuat dia ”buta”. Dia hanya mau melayani orang kaya, pejabat pejabat dan orang yang dirasa cukup dekat dengannya. Si pemuda menjadi sangat sombong dan bangga dengan ketenarannya sebagai “Tabib No. 1″ di negeri ini, sehingga bila ada orang asing yang meminta bantuannya, dia acap kali beralasan sangat sibuk dan tidak punya waktu.

Apa yang dimaksud dari cerita tersebut diatas? Yang jelas, cerita diatas banyak sekali terjadi di jaman sekarang ini. Banyak yang mengejar-ngejar kesuksesan materi hingga melupakan hal terpenting dalam hidup ini yaitu hati. Sudah banyak di negeri ini bahkan di dunia ini yang terbangun dengan kekayaan materi, tapi masih sedikit sekali yang terbangun di negeri bahkan di dunia ini yang menggunakan hati .
Sumber: http://www.bayumukti.com/sebuah-kesuksesan-materi-haruskah-melupakan-hati-nurani/

Read More......

Tips Mencegah Baterai Laptop Meledak


Kejadian laptop meledak sudah sering terjadi. Untuk mendegah agar baterai laptop tidak meledak dan menimbulkan kerugian, hal-hal yang harus anda perhatikan sebagai berikut:

1. Jika baterai melemah dan masa operasinya berkurang drastis, lebih baik anda langsung membeli baterai baru. Jangan coba-coba memperbaiki baterai yang sudah rusak untuk dipakai kembali.

2. Selalu pastikan anda memakai baterai yang asli dari penjual resmi. Jika baterai asli saja banyak yang meledak, apalagi dengan baterai palsu.

3. Jangan mengisi ulang baterai anda lebih dari 8 jam. Mengisi ulang baterai terlalu lama beresiko menimbulkan ledakan.

4. Jika baterai sudah penuh saat diisi ulang, pilih salah satu saja, memakai daya listrik atau baterai saat anda ingin menggunakan laptop.


5. Pakailah charger pengisi ulang yang kompatibel dengan baterai anda. Charger yang tidak sesuai akan meningkatkan resiko overheating (terlalu panas).

6. Jangan letakkan laptop di area yang sangat panas, misalnya di bagasi mobil atau di bawah terik matahari.

7. Selalu ikuti perkembangan berita teknologi, misalnya di situs berita online. Biasanya, jika terjadi masalah pada baterai laptop, vendor laptop tersebut akan melakukan penarikan besar-besaran. Jika kebetulan laptop anda bermasalah, anda bisa mengikuti prosedur yang sudah ditentukan,. misalnya penukaran baterai.

sumber : http://techno.okezone.com

Read More......

Tip Membeli Laptop untuk Anak-anak

Sesuai dengan perkembangan zaman, anak-anak sudah mulai akrab dengan komputer maupun laptop sejak usia lebih dini. Sebagai sarana penunjang belajar, kita bisa membelikan anak sebuah laptop. Tentu saja dengan fitur yang lebih sederhana, karena anak masih memiliki keterbatasan ketika menggunakannya.

Cukup dengan memiliki fitur untuk mengolah gambar, game-game kecil dan software pemutar video atau musik. Saat ini, banyak sekali laptop mungil yang bisa digunakan oleh anak-anak. Dengan desain yang unik dan beragam warna, membuat anak mudah untuk menyukainya.

Karakteristisk laptop untuk anak-anak adalah sebagai berikut:

1. Desain kecil dan sederhana
Disesuaikan dengan kegunaannya, desain laptop jenis ini selain kecil, simpel, juga ringan. Karena kalau terlalu berat dan ribet, anak-anak tidak begitu tertarik menggunakannya. Apalagi ketika sudah suka, laptop pasti dibawa ke mana-mana.

2. Konetivitas secukupnya
Laptop untuk anak tidak terlalu memerlukan media koneksi yang lengkap. Laptop mungil yang ada saat ini sudah dilengkapi dengan wifi, LAN card, atau USB. Jika suatu saat membutuhkan koneksi internet, bisa memanfaatkan fitur tersebut.


3. Ringan
Karena untuk anak-anak, tentu saja harus ringan supaya lebih mudah untuk diangkat bila berpindah tempat.

4. Fitur hiburan kurang lengkap
Laptop mungil biasanya memiliki fitur hiburan yang terbatas. Namun, bukan berarti tidak bisa memainkan file-file musik maupun video.

5. Baterai tidak tahan lama
Umumnya, laptop kecil memiliki daya tahan baterai sekira 1,5 hingga 2 jam. Hal ini disebabkan ukuran laptop yang sangat terbatas sehingga jumlah sel baterainya pun lebih sedikit.

6. Sistem operasi
Sistem operasi yang digunakan, umumnya sudah terintegrasi dengan laptopnya. Jadi, kita tidak perlu lagi menginstal sistem operasi. Pada merek tertentu, kita juga bisa memilih sistem operasi sesuai keinginan sendiri, yang disesuaikan dengan kapasitas memori dan prosesor.

sumber : http://techno.okezone.com

Read More......

Rabu, April 29, 2009

WISUDA SARJANA KE-21 STAIN PURWOKERTO

Bertepatan dengan tanggal 29 April 2009, STAIN Purwokerto telah mengadakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana S-1 yang bertempat di Gedung Auditorium. Pada kesempatan kali ini, STAIN Purwokerto mewisuda 183 sarjana S-1 dan 1 orang Ahli Muda, yang karena sesuatu hal baru pada kesempatan ini bisa diwisuda. Prosesi wisuda dimulai sekitar pukul 08.30 WIB yang berupa kirab para wisudawan dari halaman parkir depan dengan diringi oleh musik khas Banyumasan oleh Group Kenthongan “Gita Laras” Pramuka STAIN Purwokerto. Rapat Senat dibuka oleh Ketua Senat yang sekaligus Ketua STAIN Purwokerto, Bapak Drs. H. Khariri, M.Ag. sekitar pukul 09.00 WIB yang dilanjutkan dengan Pembacaan Surat Keputusan Ketua STAIN Purwokerto tentang Wisuda Sarjana dana nama-nama para wisudawan oleh Pembantu Ketua I, Bapak Drs. Moh. Roqib, M.Ag. Prosesi selanjutnya adalah wisuda para mahasiswa berprestasi oleh Ketua STAIN Purwokerto yang didampingi oleh Pembantu Ketua I. Pada kali ini ada 9 mahasiswa berprestasi yang terdiri dari mahasiswa dengan IPK tertinggi di tingkat STAIN, mahasiswa dengan IPK tertinggi di tingkat prodi dan mahasiswa dengan studi tercepat. Para mahasiswa ini juga mendapatkan tanda penghargaan dan kenang-kenangan masing-masing dari STAIN Purwokerto, Bank BNI Cabang Purwokerto dan Bank BRI Cabang Purwokerto. Prosesi selanjutnya adalah wisuda sarjana masing-masing jurusan, yang dalam hal ini dilakukan oleh Pembantu Ketua I yang didampingi oleh Ketua Jurusan. Rapat Senat terbuka ini ditutup oleh Ketua Senat STAIN Purwokerto sekitar pukul 11.45 WIB.


Read More......