Selasa, Juni 09, 2009

AYO BANGKIT …

Tahukah kalau setiap orang yang terlahir didunia adalah juara yang telah mengalahkan miliaran sel sperma lainnya sehingga kita bisa terlahir didunia ini.
Tapi mengapa setelah kita lahir dan tumbuh besar seperti saat ini, kita tidak bisa mengalahkan pesaing kita yang jumlahnya mungkin hanya puluhan, ratusan atau ribuan padahal kita pernah mengalahkan miliaran pesaing kita.
Menurut saya jawabannya adalah karena dipaksa. Saat kita dihadapkan pada pilihan harus juara atau mati, tiba-tiba raksasa dalam diri kita bangkit dan kita akan lakukan apapun untuk menjadi juara daripada mati, seperti halnya ketika kita menjadi sel sperma yang harus bersaing untuk mencapai indung telur ibu kita, kita akan lakukan apapun untuk mengalahkan miliaran pesaing kita untuk menjadi juara karena hanya satu atau dua sel saja yang dipilih dan yang lainnya mati.

Kata orang pintar, ternyata otak kita di design untuk mencari nikmat dan menghindari sengsara. Kalau kita ingin berhasil, kita harus melakukan perubahan. Tapi masalahnya sebagian orang malas untuk berubah karena sudah nyaman. Supaya mau berubah, coba kita bayangkan ketidakenakan kondisi kita saat ini misalnya betapa tidak enaknya menuju kantor harus bermacetan dijalan, kepanasan, kehujanan, dimarahi atasan, dikomplain client dan ketidaknyamanan lainnya yang akan membangkitkan semangat kita untuk berubah. Bagitu juga sebaliknya, bayangkan dan rasakan kenikmatan yang akan Kita dapatkan apabila Kita mau melakukan perubahan. Bayangkan juga orang-orang yang Kita cintai, apa yang akan mereka rasakan dan katakan tahun depan, dua tahun lagi, lima tahun lagi bila Kita mau melakukan perubahan saat ini dan betapa kecewanya mereka bila Kita tidak berubah saat ini.
Ayo kita bangkit bersama merubah hidup dan kehidupan kita menuju hari dan masa depan yang yang lebih cerah, lebih baik dan lebih dekat pada Allah SWT.

Read More......

Rabu, Juni 03, 2009

KTSP (KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN) ……

Alkisah, disebuah hutan antah berantah, berdirilah sekolah baru bagi seluruh warga hutan. Sekolah ini memiliki fasilitas dan kurikulum lengkap, sehingga diklaim menjadi sekolah standar A+ berdasarkan maklumat dari pemerintahan Raja Hutan. Sebagai sekolah favorit, siswanya tentulah ramai. Ada si bebek, si kancil, si burung elang, sampai si tikuspun bersekolah disini.
Namun ada kegalauan dihati emak si Tikus, semenjak disekolahkan, si Tikus rajin sekali belajar hal baru. Belajar manjat pohonlah, belajar terbang, belajar menggali tanah sampai belajar berenang. Emak si Tikus gak tahan juga, dan akhirnya bertanya,
“Nak, emang disekolah harus belajar gitu segala? ” Tanya emak tikus pada anaknya.
“Iya mak. Disekolah kita diblajari semuanya mak..” Jawab si anak yang lagi belajar terbang.
“Tapi kalo gini, sampai kapanpun kamu gak akan pernah berhasil nak, nilai kamu bakal jelek terus untuk pelajaran berenang, apalagi terbang” timpal emak sedikit resah.
“Habis Kurikulum sekolah mengharuskan kita belajar ini sih mak, jadi mo gimana lagi?” balas menimpali si anak.
“Boleh saja belajar hal yang baru, tapi kamu memiliki kecerdasan hakiki (mengerat) yang harus kamu kembangkan nak..Jangan-jangan karena terlalu banyak belajar hal baru, kamu lupa bagaimana caranya mengerat. Akhirnya apa, kamu tidak memiliki kemampuan cukup karena hasilnya malah setengah semua, terbang gak bisa, mengerat yang jadi keahlianmu pun lupa…” Ungkap emak.
“Benar juga ya mak! Temenku si burung Elang pun sekarang aneh. Dia sering lupa bagaimana caranya terbang karena keasyikan belajar berenang. Keahlian utamanya malah gak berkembang…” Ujar si anak Tikus sembari berhenti dari kegiatannya.


“Ya udah, besok emak bersama orangtua murid akan menghadap komite sekolah, gimana solusinya agar siswa berkembang optimal. Apakah harus menggunakan kurikulum KTSP seperti yang emak denger dari bangsa manusia..” Kata si emak sembari menyiapkan minuman buat si anak.
“KTSP ? Apa lagi tu mak?” Tanya si anak heran.
“KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kurikulum ciptaan bangsa manusia. Intinya bagaimana mengoptimalkan kecerdasan siswa yang ternyata beragam, majemuk. Meski sama namanya, manusia, tapi mereka benar-benar berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, tidak ada lagi panggilan bodoh/goblok. Yang ada dia tidak cerdas pada bidang tertentu, tapi cerdas dibidang yang lain…” Jelas si emak.
“Wah, bisa diterapin gak ya mak di negeri hutan? Keknya KTSP bisa jadi solusi untuk mendongkrak kecerdasan hakiki tiap siswa disekolahku mak..”
“Tergantung bagaimana guru mengolah kurikulum tersebut. Lagi pula kita tunggu juga hasilnya, karena KTSP masih setengah jalan. Bangsa manusia sendiri masih kebingungan untuk menerapkannya…” si emak menjelaskan.
“Tambah berat dung beban guru ya mak? Berarti dia harus memiliki kecerdasan yang mewakili tiap individu yang berbeda…ckk…ck..ck..salut buat guru…” Terkagum-kagum si anak mendengar penjelasan emaknya.
“Makanya, buat kamu yang otaknya sedikit, jangan jadi guru. Mending kamu cari kerjaan lain. Lagi pula jadi guru gajinya kecil, tapi tuntutannya besar. Tapi anehnya, bangsa manusia tau itu, tapi mereka seolah tak mau tahu…dah gih, mandi sono…badan kamu bau..” Kata emak menutup pembicaraan.
Dari kisah ini ada hal yang sangat penting yang bisa kita jadikan sebagai landasan untuk meningkatkan pendidikan kita. Selamat berjuang para pendidik putra-putra bangsa.....
Disadur dari sebuah komentar pada http://gurupkn.wordpress.com/

Read More......

Senin, Juni 01, 2009

Hidup ini cuma SATU KALI.....

"Hidup ini cuma satu kali... namun di dalamnya terdapat
berjuta peluang, berjuta kesempatan dan berjuta konsekuensi
yang menyertai setiap keputusan, tindakan, bahkan pemikiran
seorang manusia"

Apa makna dari ungkapan yang sering kita dengar bahwa hidup ini
hanya satu kali? Tidak lain mengisyaratkan kita untuk ambil bagian
dalam phase aktif kehidupan pada saat ini, dan juga menghindarkan
diri dari keputusan dan tindakan yang akan kita sesali di kemudian
hari.

Sering kali kita melihat bahwa di pasaran telah ada banyak pihak lain
yang tampak lebih ahli, lebih berpengalaman, lebih dikenal luas dan
telah lebih banyak menghasilkan karya-karya & pencapaian, dimana
ternyata hal-hal tersebut sama sekali bukan menjadi halangan bagi kita
untuk berkarya dan mempersembahkan yang terbaik bagi orang lain,
karena sama seperti mereka yang telah lebih dulu terjun, masa sekarang
ini adalah waktu yang sama tepatnya bagi kita untuk berkarya & berkontribusi.

Jadi kapan tepatnya kita sudah tidak pada waktunya untuk berkarya dan
berkontribusi? Tentunya saat kita sudah tidak bernafas lagi di muka bumi
ini, dan ketika saat itu terjadi, alangkah baiknya bila kita sudah melakukan
berbagai tugas, kontribusi, upaya, dan terutama tindakan yang diperlukan
untuk memberikan hal yang berguna bagi sesama manusia dan generasi selanjutnya, sebagaimana banyak pendahulu kita yang mewariskan hal-hal
baik dan berguna sebagai buah karya semasa periode aktif kontribusi mereka
pada masanya lalu.


Jadi, tunggu apa lagi, mari kita 'jeburkan' diri ke dalam upaya, aktivitas, dan
keputusan yang membawa hasil positif - pencapaian bagi diri kita dan juga
kontribusi bagi sesama manusia, karena saat ini kita sedang dalam phase
yang tepat untuk hal-hal tersebut, berkaitan dengan hidup kita yang "cuma
1 kali" ini... dan singkat pula... Jadikan setiap hari berharga, bermanfaat,
berbahagia dan bertanggung jawab bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar
kita.

sumber : http://motivasi-sukses.com

Read More......

Sabtu, Mei 30, 2009

PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU STAIN PURWOKERTO TAHUN AKADEMIK 2009-2010 JALUR KHUSUS

Setelah mengadakan seleksi administratif dan malalui Sidang Yudisium pada hari Jum’at, 29 Mei 2009, menghasilkan keputusan sebagai berikut :




Bagi peserta yang namanya tercantum dalam lampiran Surat Keputusan tersebut dimohon untuk hadir di Ruang Sidang Lantai II Gedung Pusat STAIN Purwokerto pada hari Selasa, 9 Juni 2009 pukul 10.00 - selesai.


Read More......

Minggu, Mei 24, 2009

sebuah perenungan


Karena materi
Kadang karena materi,
Kita jadi egois
Lupa akan melihat "kawan" ke bawah
Kadang karena materi,
Kita jadi buta
Tidak melihat mana yang baik
Kadang karena materi,
Kita jadi bisu
lupa menyapa dengan yang lain
Kadang karena materi.
kita jadi tuli
lupa mendengar permintaan “tolong”
kadang karena materi,
kita saling membunuh
lupa akan hati nurani (ekstrim)
kadang karena materi,
kita jadi berambisi
lupa dengan resiko
kadang karena materi,
kita jadi lupa,
…lupa akan kawan
…lupa akan yang melahirkan
…lupa akan yang Empunya hidup


Read More......

Sabtu, Mei 16, 2009

Lanjutan "Renungan Tengah Malam"

Yach....perdebatan yang sengit dalam hati antara kata untuk tetap teguh menjalankan keyakinan dan aqidah serta kata untuk mengejar duit, maklum baru beberapa bulan bisa gajian khan ada kebanggaan khusus yang kata orang Purwokerto "kemaruk". Puncak kegalauan hati adalah ketika pas malam lebaran atau malam takbiran. Aku tepatnya kami dah ada kesepakatan dengan pimpinan bahwa kita kerja nyampe jam 10 malam dan setelah itu masing-masing dari kami akan diantar pake mobil perusahaan sampe ke rumah masing-msing. Tapi nyatanya..., kerja kami nyampe jam 11 lebih dan parahnya lagi kami nggak diantar nyampe rumah seperti janji yang sudah disepakati. esok harinya kami (pas waktu itu berdua ama temen aku) sepakat tidak masuk kerja alias bolos sebagai bentuk protes kami. Dihari kedua lebaran, kami masuk dan...seperti yang kami duga sebelumnya kami dipanggil pimpinan dan biasa dapet omelan yang macam-macam. Ibarat pepatah bilang, bendera perang sudah dikibarkan dan pantang bagi aku untuk mundur. Aku yang waktu itu masih dipenuhi dengan gejolak muda dan api yang membara, langsung aja ambil langkah tegas. Siang harinya aku langsung menemui pimpinan dengan persiapan kata dan keyakinan hati yang mantap, setelah sedikit berargumen, aku ambil sikap "berhenti dari pekerjaan" alias keluar. Reaksi pimpinan agak kaget dan keberatan, serta aku dibujuk dengan kenaikan gaji yang lumayan menggiurkan. Aku pikir, timbang dan... aku tetap pada pendiriannku yaitu keluar. Dalam hal ini aku lebih memikirkan nilai ibadahku yang nggak bisa terpenuhi 100 % ketimbang nilai uang. Walau jujur aja, aku butuh uang buat hidupku di tanah rantau, but..uang bukan segalanya. Pertemuan siang itu belum mencapai kata sepakat, alias mencapai deadlock. Akhirnya pimpinan memberikan aku waktu libur 3 hari untuk memikirkan jalan terbaikku di rumah. Wah...enak ya..dikasih cuti 3 hari bisa berlibur, kumpul ama keluarga, pacar, temen deket...and so on lah...


Tapi...aku dah bulat pada keputusanku bahwa aku harus keluar dari tempat kerjaku. Mungkin ini memang bukan tempatku mengais rezeki, dan setelah tiga hari aku kembali menghadap dan tetep pada komitmentku, aku keluar........ (nyombong banget ya.. dah dikasih hati kok malah ngrogoh rempela. Gitu kata orang Purwokerto) Biarin aja, wong aku dah ambil keputusan keluar ya..aku harus yakin dengan keputusannku walaupun nantinnya aku nggak dapet pesangon biarlah.......
Selanjutnya aku balik lagi ke kampung halaman, mencoba berfikir jernih dan mencari solusi dan kerjaan baru. Iseng-iseng buat lamaran dan kirim kesana kemari. Alhamdulillah, gak pake lama (kayak iklan aja) aku dapet panggilan kerja dari 2 buah hotel berbintang di Purwokerto yaitu Dynasti dan Queen Garden, tapi karena yang dateng duluan Queen Garden yach... aku meluncur kesana tuk ngikuti ujian seleksi penerimaan karyawan. Jumlah yang dipanggil waktu itu ada 17 orang dan yang diterima cuman 5 orang doang. Istilah aku datang dengan untung-untungan juga. Yang penting usaha dulu, hasil akhir kita serahkan aja sama Allah. Begitu semboyanku. Setelah test tertulis dan macam-macem, diakhiri dengan test wawancara langsung dengan para manager, dari manager FO (Front Office), manager F&B (Food and Baverage) dan terakhir manager HK (House Keeping). Ada test bahasa inggrisnya juga lho..but nyante aja lah.... Usaha, usaha dan usaha...hasil akhir tunggu aja nasib, gitu pikirku... Dan sampelah pada pengumuman yang dikirim lewat pos ke alamat rumah, Alhamdulillah aku termasuk kedalam 5 orang yang diterima, dan mulailah kesibukanku dengan persiapan kerja. Yang pertama dan utama adalah mencari tempat kost, karena jarak yang sangat tidak memungkinkan aku untuk dilaju. Berkat kenalan kakak kerja (duh..sok akrab nih..) aku dapet kost di Desa Kemutug Lor, daerah Baturaden (pasti deh..konotasinya pada ngeres..) Selanjutnya aku ketemu ama tuan rumah, kenalan seperlunya dan negoisasi harga. Klop, harga oke, tempat okey, segalanya pada okey dan yang nambah aku tertarik.... anak gadisnya juga okey punya...(nah khan jiwa playboynya mulai jalan).
Hari pertama kerja berjalan dengan lancar, aku ditempatkan di bagian HK sebagai roomboy, yach..ROOMBOY (yang kerjaannya nata-nata kamar tamu). Kenapa aku milih bagian ini, ada alasan tertentu diantaranya, aku emang seneng dengan kerapihan dan kebersihan (kayak orangnya yang selalu tampil perfect dan necis), trus bisa komunikasi langsung dengan tamu hotel yang sebagian besar adalah turis manca sehingga secara tidak langsung aku belajar bahasa inggris, trus...tips nya lumayan menggiurkan (tips apaan ya... itu lho uang jasa dari tamu)
Awal-awal aku kerja dihotel, lumayan bikin aku kagum ama semua fasilitas dan interior hotel yang boleh dibilang serba mewah, maklum aja aku berasal dari Desa sehingga agak katro dengan kemegahan kota. Seminggu, sebulan, setahun tak terasa aku sudah bergelut dengan glamournya kehidupan hotel. Aku yang dulunya nggak tahu-menahu dengan diskotik, karaoke, pub, bar, restaurat, burger dan seabreg lainnya, sekarang menjadi santapan saban hari. Dan tak terasa tiga tahun aku dah kerja di hotel, ada sesuatu yang mulai berubah drastis dari diriku. Sikap alim dan kalemku seperti mulai terkikis dan pudar dari kehidupannku. Aku yang dulunya tidak terlalu memikirkan cewek, mulai terjun dalam permainan cinta bahkan keluar cap "playboy" bagi diriku. Kisah pertamaku adalah anaknya Bapak kostku, kemudian beberapa anak SMK Perhotelan yang PKL ditempat kerjaku, dan ada seorang cewek yang telah membuat aku jati patah hati dan jatuh cinta 1000%, namun nggak kesampean, sampe pada kisahku di sidang ama orang-orang yang gak senang denganku.
Kisah-kisah tersebut akan aku beberkan dipostingan yang lainnya.
Tak terasa 9 tahun aku merantau dan berkecimpung didunia perhotelan, dan alhamdulillah juga aku dah merampungkan studiku di D3 Ilmu Komputer. Memasuki tahun ke 9 ini, aku banyak disibukan dengan pertarungan batin antara aqidah dan kerjaan. Disatu pihak aku emang butuh kerjaan, but dipihak lainnya aku butuh siraman kedamaian kalbu (uh..bahasane lho..) alias butuh kedamaian dan ketentraman batin dengan menegakan ibadah pada Allah SWT. Pada waktu itu kedudukanku adalah bartender yang memegang restaurant dan coffe shop, sebuah jabatan basah, yang menjadi rebutan banyak karyawan. Tapi karena kedudukan ini pula yang menyadarkan aku, karena aku seperti ikut andil bagian dan meyediakan orang-orang yang datang untuk mabuk dan menenggak miras dari persentase yang kelas kacangan sampe tingkat para konglomerat. Terus..... sorry ya aku sambung lain waktu lagi.......pokoknya tambah seru aja deh...

Read More......